Peringati HPSN, PT Vale Gelar Lomba Kreasi Pemanfaatan Sampah bagi Pelajar di Pomalaa

5 hours ago 3

SULTRAKINI.COM: KOLAKA-Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari di Indonesia, PT Vale Indonesia menggelar Lomba Kreasi Pemanfaatan Sampah bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di area wilayah industri. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Pomalaa, Kamis (12/3/2026), itu diikuti lima sekolah dengan jumlah peserta 16 orang yang berasal dari sekolah wilayah Pomalaa dan Baula.

Sekolah tersebut antara lain:

SDS 1 Antam

SMP Rex Mundi

SD 2 Tonggoni

SMPS Antam Pomalaa

SMPN 1 Baula

Selain bertujuan menumbuhkan kreativitas dan edukasi tentang sampah hingga pemanfaatannya, lomba ini juga sekaligus membangun kesadaran lingkungan di kalangan pelajar sejak usia dini. Para peserta diminta membuat berbagai karya kreatif dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas atau sampah yang masih dapat digunakan kembali.

Manager Environment and Permit PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, Firman Gunawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dirancang untuk mengajak generasi muda melihat sampah dari sudut pandang berbeda.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memancing kreativitas siswa sekaligus menanamkan pemahaman bahwa sampah tidak selalu menjadi beban lingkungan. Dengan kreativitas, sampah bisa diolah kembali menjadi barang yang bermanfaat,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi lingkungan bagi siswa dan guru. Melalui proses kreatif memanfaatkan limbah, para peserta diajak memahami pentingnya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Ia berharap ide-ide kreatif yang muncul dari lomba tersebut dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk mengembangkan kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan.

“Jika produk kreasi yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, kami berharap inovasi tersebut bisa direplikasi di sekolah-sekolah lain,” katanya.

Kegiatan edukatif seperti ini juga menjadi bagian dari komitmen PT Vale dalam mendukung program pemerintah untuk menekan laju peningkatan sampah, khususnya sampah plastik di Indonesia.

Melalui berbagai program pengelolaan limbah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), perusahaan telah berhasil mengurangi sekitar 15,84 persen plastik dari total sampah yang dihasilkan di area operasional. Selain itu, lebih dari 56 persen sampah organik diolah menjadi kompos maupun pakan maggot sebagai bagian dari upaya ekonomi sirkular.

Di tingkat operasional, PT Vale juga menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu melalui fasilitas pemilahan atau segregation plant yang memungkinkan sampah seperti plastik, logam, dan kaca dipilah sebelum diproses lebih lanjut. Sistem ini tidak hanya menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Dalam strategi keberlanjutannya, PT Vale bahkan menargetkan pengelolaan limbah menuju konsep zero waste to landfill, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab.

Edukasi kepada generasi muda menjadi salah satu fokus penting perusahaan. Melalui berbagai kegiatan sekolah seperti program lingkungan dan lomba kreatif berbasis daur ulang, siswa diajak memahami cara mengolah sampah organik maupun anorganik menjadi produk yang bernilai guna.

Dari hasil penilaian dewan juri yang terdiri dari perwakilan PT Vale Indonesia dan mitra kerja perusahaan, ditetapkan sejumlah pemenang dari dua kategori lomba.

Pada kategori tingkat SD, juara pertama diraih Novy Dwi Putri Marbun dari SDS 1 Antam Pomalaa. Juara kedua diraih Arsyila Yumna dan Ratu Azzahrah dari SD Negeri 2 Tonggoni.

Sementara pada kategori tingkat SMP, juara pertama diraih Hasriana dan Risky Aulia dari SMP Negeri 1 Baula. Juara kedua diraih Marchvel Denis Dempa dari SMPS Antam Pomalaa. Adapun juara ketiga diraih tim dari SMPS Antam Pomalaa yang terdiri dari Amara Lucialitahayu, WD Kirana Putri Azalia, dan Revinka Ratu Christly.

Ke depan, PT Vale membuka peluang memperluas skala lomba hingga tingkat SMA bahkan mahasiswa dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi pemanfaatan sampah yang lebih luas di kalangan generasi muda sekaligus memperkuat gerakan peduli lingkungan di dunia pendidikan.

Laporan: Anti

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|