Penjual Minuman Soda Musiman Mulai Bermunculan Jelang Idul Fitri di Kendari

5 hours ago 1

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, penjual minuman soda musiman mulai menjamur di sejumlah ruas jalan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Salah satu titik yang terlihat ramai berada di sepanjang Jalan Z.A. Sugianto yang terletak di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, merupakan jalur utama di Kota Kendari yang menghubungkan area perkotaan dengan kawasan pesisir. Rute ini membentang hingga ke perempatan yang menghubungkan akses menuju RSUD Kota Kendari (sering disebut RS Abunawas) dan kawasan wisata Batbat. Sedikitnya terdapat sekitar delapan tenant penjual minuman soda yang berjejer melayani pembeli.

Salah seorang penjual, Pak Ari, mengatakan dirinya telah menjalankan usaha musiman tersebut sejak 1 Maret 2026. Tahun ini merupakan tahun kedua ia berjualan minuman soda menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.

“Kalau saya mulai menjual sendiri itu sejak 1 Maret. Sekarang sudah masuk tahun kedua,” ujar Ari saat ditemui di lapaknya.

Selain minuman bersoda, Ari juga menyediakan berbagai kebutuhan lain yang biasanya banyak dicari masyarakat menjelang Lebaran, seperti gula pasir, tepung serbaguna, teh kotak, serta berbagai jenis sirup.

Untuk harga minuman bersoda, Ari menjelaskan bahwa tarifnya bervariasi tergantung ukuran kemasan. Untuk ukuran terbesar 1,5 liter dijual sekitar Rp175 ribu per dus yang berisi 12 botol. Sementara ukuran 1 liter dijual sekitar Rp145 ribu hingga Rp390 ribu per dus tergantung jenis kemasan. Adapun ukuran mini dijual sekitar Rp45 ribu per dus.

“Walaupun mereknya berbeda, selama itu minuman bersoda harganya sama. Yang membedakan hanya ukurannya saja,” jelasnya.

Sementara itu, sirup berbagai varian rasa dijual dengan harga rata-rata Rp15 ribu per botol. Gula pasir dijual Rp20 ribu per kilogram, sedangkan teh kotak dijual dengan harga sekitar Rp75 ribu hingga Rp85 ribu untuk ukuran sedang dan besar.

Ari mengungkapkan, omzet penjualannya saat ini berkisar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per hari. Angka tersebut dinilai lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya yang bisa mencapai Rp20 juta hingga Rp22 juta per hari menjelang Ramadan.

“Kalau dibandingkan tahun lalu memang jauh. Biasanya H-10 menjelang Ramadan itu sangat ramai. Sekarang hampir dua minggu ini rata-rata sekitar Rp2,5 juta per hari,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh produk yang dijualnya diperoleh langsung dari distributor. Selain berjualan musiman, dirinya juga memiliki toko di kawasan Poasia, Kota Kendari.

Menurutnya, berjualan minuman soda musiman cukup menyenangkan karena banyak diminati masyarakat. Penjual hanya perlu menunggu pembeli yang datang.

“Antusiasme masyarakat Kota Kendari cukup besar untuk membeli minuman bersoda, apalagi menjelang Lebaran,” ujarnya.

Terkait adanya isu boikot minuman bersoda di beberapa kalangan masyarakat, Ari menilai hal tersebut tidak terlalu memengaruhi daya beli masyarakat di Kendari.

“Menurut saya tidak perlu dipusingkan. Setiap orang punya keyakinan masing-masing. Lagi pula masalahnya terjadi di luar negeri, bukan di Indonesia. Jadi sejauh ini tidak ada pengaruh terhadap penjualan,” katanya sambil tersenyum.

Ari membuka lapaknya mulai pukul 07.00 WITA hingga 24.00 WITA setiap hari. Ia berencana terus berjualan hingga sehari sebelum Idulfitri.

“Biasanya H-1 Lebaran malamnya kami sudah berhenti berjualan, karena saat hari raya orang-orang sudah sibuk bersilaturahmi ke rumah keluarga atau teman,” pungkasnya.

Ia pun berharap jumlah pembeli terus meningkat hingga menjelang hari raya sehingga semua masyarakat dapat menikmati minuman soda saat merayakan Lebaran.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|