SULTRAKINI.COM: KENDARI — Kegiatan Pembinaan dan Penguatan Karya Praktik Baik dalam rangka persiapan Mahasabha Guru Tingkat Provinsi telah dilaksanakan di Hotel Claro Kendari, pada pukul 08.00–11.15 WITA. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berprestasi nasional yang menjadi inspirasi bagi para peserta.
Narasumber pertama, Bapak I Nyoman Tulis, S.Pd., merupakan Juara 1 Apresiasi GTK Kepala Sekolah Dedikatif Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2023 di Kendari, sekaligus 5 Besar Tingkat Nasional kategori Kepala Sekolah Dedikatif Dikdas (TK, SD, SMP) pada peringatan HGN di Jakarta.
Narasumber kedua, Ibu Waode Kasriawati Bakari, S.Pd., M.AP., yang juga menyampaikan materi pada kegiatan ini, adalah Juara 1 BKR Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2023 dan Juara 2 Tingkat Nasional kategori Pengawas Inovatif.

Pada sesi penyampaian materi, kedua narasumber menekankan bahwa karya praktik baik yang akan dilombakan harus:
Memiliki dampak nyata terhadap guru dan peserta didik,
Dapat direplikasi oleh sekolah atau pihak lain,
Memiliki kebaruan (novelty) dan nilai pembeda (gap), sehingga tidak sekadar menceritakan rutinitas,
Disertai bukti data perkembangan sebelum dan sesudah pelaksanaan program.
Bapak I Nyoman menjelaskan bahwa karya yang kuat adalah karya yang menunjukkan solusi terhadap masalah nyata, bukan hanya pelaporan kegiatan.
Sementara itu, Ibu Waode Kasriawati menegaskan bahwa revisi naskah dan video diperbolehkan, namun substansi karya tidak boleh berubah agar tidak menimbulkan ketidaksesuaian dengan karya yang telah dikirim ke panitia seleksi.
Bapak I Nyoman Tulis, S.Pd. menyampaikan pesan penting bagi peserta:
“Persiapan yang matang adalah kunci. Naskah dan video harus dibuat maksimal. Ketika di hadapan juri, fokuslah pada substansi karya dan jawab pertanyaan dengan jelas serta percaya diri.”
Beliau juga mengungkap tantangan saat mengikuti ajang nasional:
“Saya berasal dari daerah khusus atau 3T di samping medannya itu yang ekstrem dengan jaringan yang terbatas. Tapi justru itu menjadi nilai pembeda dan memperkuat karya yang saya tampilkan.”
Sementara itu, Ibu Waode Kasriawati Bakari, S.Pd., M.AP. berpesan:
“Kita harus memiliki kepercayaan diri dan kemauan untuk menang. Itu harus dibarengi dengan usaha, doa, dan dukungan keluarga serta lingkungan.”
Kedua narasumber berharap agar para peserta dapat menyusun dan mempresentasikan praktik baik yang inovatif, berdampak, dan berkelanjutan, sehingga Sulawesi Tenggara kembali meraih prestasi terbaik dalam Mahasabha Guru tingkat nasional.
Laporan: Andi Mahfud

3 weeks ago
26















































