SULTRAKINI.COM: KENDARI Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menggelar Diskusi Akhir Tahun bersama Jurnalis yang berlangsung di lobi Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, akhir Desember 2025. Kegiatan ini dihadiri puluhan jurnalis dari berbagai media, serta sejumlah pejabat tinggi Pemprov Sultra, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D.
Diskusi tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Andi Sumangerukka (ASR), yang memaparkan capaian kinerja Pemerintah Provinsi selama 10 bulan masa kepemimpinannya, sekaligus menyampaikan rencana strategis dan arah kebijakan Pemprov Sultra pada tahun 2026.
Dalam kesempatan itu, ASR juga menanggapi berbagai isu yang berkembang, termasuk kabar mengenai adanya sosok yang disebut sebagai “gubernur bayangan”. Ia menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar.
“Tidak ada gubernur bayangan. Semua yang bekerja atas nama saya adalah orang yang memang saya tunjuk dan saya perintahkan,” tegas ASR di hadapan awak media.
ASR menjelaskan, pihak yang dimaksud dalam isu tersebut merupakan Ketua Tim Ahli Gubernur Sultra, yang bertugas membantu pekerjaan-pekerjaan strategis dan koordinatif. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada anggaran atau honor khusus dari APBD yang diterima oleh Tim Ahli Gubernur.
Selain evaluasi kinerja, ASR turut menyampaikan rencana penambahan anggaran beasiswa bagi pelajar tingkat SMA, SMK, dan SLB. Saat ini, Beasiswa Siswa Miskin kategori SMA diberikan kepada 1.700 siswa dengan bantuan Rp1 juta per siswa, dengan total anggaran Rp1,7 miliar. Untuk kategori SMK, beasiswa juga diberikan kepada 1.700 siswa dengan nilai yang sama, sehingga total anggaran mencapai Rp1,7 miliar.
Sementara itu, Beasiswa Siswa Miskin kategori SLB dialokasikan bagi 100 siswa, masing-masing sebesar Rp1 juta, dengan total anggaran Rp100 juta. Selain itu, tersedia Beasiswa Berprestasi yang diberikan kepada 10 siswa dengan bantuan Rp10 juta per siswa (total Rp100 juta), serta 160 siswa berprestasi lainnya yang masing-masing menerima Rp2,5 juta, dengan total anggaran Rp400 juta.
Menurut ASR, ke depan nilai dan cakupan beasiswa tersebut masih akan ditingkatkan sebagai bentuk komitmen Pemprov Sultra dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan akses pendidikan.
Selain sektor pendidikan, Pemprov Sultra juga menjalankan sejumlah program strategis lainnya, antara lain peningkatan sarana pendidikan SMK, pengadaan perlengkapan belajar, serta program JAMAAH (Jalan Mulus Antar Wilayah) untuk mendukung konektivitas antarwilayah. Program penataan kawasan perkotaan, penguatan SPAM, serta pembangunan dan rehabilitasi fasilitas publik juga menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah.
Diskusi akhir tahun ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan insan pers untuk memperkuat sinergi, transparansi, serta akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan di Sulawesi Tenggara.
Laporan: Andi Mahfud

1 day ago
7

















































