Mahasiswa FHIL UHO Soroti Kondisi Ekonomi, Evaluasi MBG, dan Desak TNI Kembali ke Barak

8 hours ago 6

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (BEM FHIL UHO) menggelar aksi konsolidasi akbar di Bundaran Gubernur Sulawesi Tenggara, Selasa (23/6/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung dari sore hingga malam sekitar pukul 21.30 WITA tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi ekonomi nasional dan sejumlah kebijakan pemerintah.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengangkat beberapa isu strategis, mulai dari evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih, hingga persoalan kesejahteraan masyarakat yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

Koordinator aksi, Perdi, mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat. Menurutnya, berbagai program pemerintah perlu mendapat pengawasan dan evaluasi agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai secara optimal.

Ia menilai kondisi ekonomi nasional saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Fluktuasi nilai tukar rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta terbatasnya kesempatan kerja disebut menjadi persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah.

“Negara harus memastikan kesejahteraan masyarakat dan kebijakan ekonomi yang diambil benar-benar berpihak kepada rakyat,” ujar Perdi usai kegiatan.

Selain menyoroti kondisi ekonomi, mahasiswa juga memberikan perhatian terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat. Mereka menilai tujuan program tersebut untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia merupakan langkah positif yang patut diapresiasi.

Namun demikian, BEM FHIL UHO berpandangan bahwa pelaksanaan MBG perlu terus dievaluasi agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi penerima program. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif dan akuntabel.

Mahasiswa juga menyoroti pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih yang saat ini mulai dijalankan di berbagai wilayah. Mereka berharap program tersebut tidak hanya menjadi agenda administratif semata, tetapi benar-benar mampu memperkuat ekonomi masyarakat desa dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Dari perspektif akademik, mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan menilai keberhasilan suatu program pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang digelontorkan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Dalam aksi tersebut, peserta konsolidasi turut menyampaikan pandangan terkait posisi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mereka menekankan pentingnya menjaga profesionalisme TNI sesuai amanat reformasi dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut mereka, TNI memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara sehingga perlu tetap fokus pada fungsi pertahanan. Mahasiswa juga mengingatkan bahwa prinsip supremasi sipil merupakan salah satu capaian penting Reformasi 1998 yang harus terus dijaga.

“Kami menghormati dan mendukung peran TNI sebagai penjaga kedaulatan negara. Namun, semangat reformasi harus tetap dijaga dengan memastikan setiap institusi menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional,” kata Perdi.

Melalui aksi konsolidasi akbar tersebut, BEM FHIL UHO menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Mereka bahkan berencana melanjutkan perjuangan tersebut melalui aksi yang lebih besar di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara guna mendorong lahirnya kebijakan yang berlandaskan keadilan sosial, kesejahteraan rakyat, serta cita-cita pembangunan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|