SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sebanyak 140 mahasiswa Program Studi Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mengikuti program magang di sejumlah media dan instansi di Sulawesi Tenggara. Program yang berlangsung selama sekitar 60 hari ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan jurnalistik yang diperoleh di bangku kuliah.
Koordinator Program Studi Jurnalistik UHO, La Ode Herman Halika, S.IP., M.I.Kom., mengatakan magang tidak sekadar menjadi kegiatan untuk memenuhi mata kuliah. Mahasiswa didorong mempraktikkan ilmu jurnalistik secara langsung di industri media maupun instansi yang memiliki bidang pekerjaan berkaitan dengan jurnalistik.
Menurut Herman, pengalaman di lapangan penting karena kehidupan di kampus memiliki perbedaan dengan dunia kerja. Melalui magang, mahasiswa diharapkan mampu mengasah kemampuan sekaligus memahami bagaimana praktik jurnalisme berlangsung di tengah masyarakat.
“Magang itu tidak hanya semata-mata mempraktikkan mata kuliah yang ada di kampus, tapi bagaimana mahasiswa jurnalistik mempraktikkan ilmunya, ilmu yang ada di kampus dipraktikkan dalam industri atau dalam media atau dalam perkantoran yang ada di Sulawesi Tenggara,” kata Herman saat ditemui di ruang kerjanya, FISIP UHO, Senin (14/9/2026).
Ia menjelaskan, terdapat tiga tujuan utama dari program magang tersebut. Pertama mengasah kemampuan mahasiswa dalam menekuni keilmuan jurnalistik, kedua melatih kemampuan mempraktikkan dunia jurnalisme di tengah masyarakat, dan ketiga menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus ke dalam lingkungan industri media.
Herman berharap program magang tersebut tidak berhenti pada pengalaman mahasiswa selama berada di lokasi magang. Ia ingin kegiatan itu menghasilkan output yang memberikan dampak nyata, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat.
“Dampaknya di sini saya mau melihat nanti bagaimana mahasiswa magang itu memberikan output yang bagus, output yang berdampak kepada masyarakat dan bisa dipraktikkan ilmu yang didapatkan di kampus sesuai dengan bidangnya masing-masing,” ujarnya.
Program magang mahasiswa Jurnalistik UHO tahun ini berlangsung selama kurang lebih 60 hari, terhitung sejak 1 September 2026. Sekitar 140 mahasiswa mengikuti program tersebut dan ditempatkan di berbagai media serta instansi yang berada di wilayah Sulawesi Tenggara.
Selain media pers, mahasiswa juga ditempatkan pada sejumlah instansi yang memiliki bidang komunikasi dan media. Di antaranya bagian yang menangani publikasi dan pemberitaan kegiatan pemerintahan, termasuk lingkungan Forkopimda, Dinas Pariwisata hingga BNN.
Herman menekankan pentingnya mahasiswa memiliki sejumlah keterampilan sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja jurnalistik. Kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat, menulis kreatif, menyusun berita, mengedit hingga mempublikasikan konten menjadi keterampilan yang dinilai wajib dikuasai.
“Yang pertama itu mereka harus bisa bersosialisasi dengan masyarakat. Yang kedua mereka harus bisa menulis kreatif, khususnya menulis berita. Selanjutnya mereka harus bisa mengedit, mereka harus bisa mem-posting dan menyusun berita,” jelasnya.
Menurutnya, perkembangan industri media saat ini juga menuntut mahasiswa tidak hanya memahami jurnalistik konvensional. Mahasiswa perlu mampu mengikuti perkembangan konten media baru dan berbagai bentuk konten yang tengah berkembang di era digital.
Herman berharap mahasiswa yang menyelesaikan magang dapat menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal memasuki dunia kerja. Ia juga mendorong mahasiswa Jurnalistik UHO untuk siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Besar harapan saya mahasiswa magang yang sudah menyelesaikan nantinya betul-betul menerapkan keilmuan jurnalistik atau betul-betul siap menghadapi tantangan era AI, era digital sekarang ini,” katanya.
Ia menambahkan, Prodi Jurnalistik FISIP UHO terbuka terhadap masukan dari media maupun instansi tempat mahasiswa menjalani magang. Jika terdapat persoalan selama proses magang, pihak terkait diharapkan berkomunikasi langsung dengan program studi agar hubungan kerja sama tetap terjaga dan program magang dapat berjalan lebih baik.
Laporan: Mardiyah & Elfa

3 hours ago
3

















































