SULTRAKINI.COM: KENDARI – Lanud Haluoleo di Kendari, Sulawesi Tenggara, diproyeksikan menjadi pangkalan udara utama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan udara nasional, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.
Rencana tersebut disampaikan Komandan Lanud Haluoleo, Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto, saat kegiatan buka puasa bersama jajaran perwira, personel, dan insan pers di Kendari, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Tarmuji, pengembangan Lanud Haluoleo menjadi pangkalan udara utama merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan operasional TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.
“Ke depan, Lanud Haluoleo direncanakan menjadi pangkalan udara utama yang memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan buka puasa bersama yang digelar tersebut tidak hanya menjadi agenda kebersamaan di bulan Ramadan, tetapi juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarperwira yang bertugas di berbagai satuan di lingkungan pangkalan.
“Perwira kita berasal dari latar belakang dan penugasan yang berbeda. Momentum ini menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi agar pelaksanaan tugas ke depan dapat berjalan lebih baik,” kata Tarmuji.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan media massa sebagai mitra dalam menyampaikan berbagai kegiatan dan program Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara kepada masyarakat.
Menurutnya, dukungan media memiliki peran strategis dalam memperluas informasi mengenai perkembangan dan penguatan kapasitas pangkalan udara, termasuk rencana pengembangan Lanud Haluoleo ke depan.
“Melalui silaturahmi ini, kami juga berdiskusi dengan rekan-rekan media terkait berbagai perkembangan yang akan dilakukan. Sinergi dengan media sangat penting agar informasi dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat,” ujarnya.
Penguatan peran Lanud Haluoleo sebagai pangkalan udara utama diharapkan mampu meningkatkan kesiapan operasi TNI AU sekaligus memperkuat pengawasan wilayah udara di kawasan timur Indonesia yang memiliki nilai strategis dalam sistem pertahanan nasional.
Laporan: Riswan

1 day ago
7
















































