Kendari Kumpulkan Data 30 Ribu Anak, Siapkan Langkah Besar Percepatan Penurunan Stunting

9 hours ago 4

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan angka stunting dengan memperkuat peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap balita memperoleh layanan kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang secara optimal.

Komitmen itu dibahas dalam Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Kota Kendari Tahun 2026 yang digelar di Hotel Zahra Syariah Kendari, Rabu (17/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi wadah konsolidasi berbagai pihak dalam menyusun strategi penanganan stunting yang lebih efektif.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, STP, SH, M.Si, menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara bersama-sama. Menurutnya, dampak stunting tidak hanya memengaruhi kondisi fisik anak, tetapi juga perkembangan intelektual dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Anak-anak yang mengalami stunting tidak hanya terhambat pertumbuhan fisiknya, tetapi juga perkembangan kognitifnya yang pada akhirnya akan memengaruhi produktivitas dan daya saing generasi mendatang. Karena itu, penurunan stunting menjadi prioritas yang harus dituntaskan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif,” ujarnya.

Amir Hasan menjelaskan, evaluasi yang dilakukan melalui forum tersebut menjadi momentum penting untuk mengukur efektivitas program yang telah berjalan. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.

Ia menambahkan, keberhasilan menurunkan angka stunting membutuhkan keterlibatan berbagai sektor. Selain bidang kesehatan, faktor pendidikan, sanitasi, ketersediaan air bersih, ketahanan pangan, hingga pola asuh keluarga turut berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria Mahmud, mengungkapkan bahwa tantangan saat ini tidak hanya berfokus pada penanganan anak yang telah mengalami stunting, tetapi juga pencegahan terhadap kelompok yang berisiko.

Menurutnya, saat ini terdapat lebih dari 400 anak stunting yang menjadi sasaran intervensi langsung. Selain itu, terdapat sekitar 12 ribu anak yang berpotensi mengalami stunting dan membutuhkan pendataan yang lebih akurat.

“Kami butuh data dasar dari RT dan kelurahan. Kalau yang sudah stunting, kami bisa intervensi dengan PMT dan vitamin. Tetapi yang lebih penting adalah mendeteksi anak-anak yang berisiko agar tidak masuk kategori stunting,” kata Hasria.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Kendari tengah melakukan pengumpulan data sekitar 30 ribu anak di seluruh wilayah kota. Data tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan intervensi serentak yang dijadwalkan dimulai pada Juli 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pembina Posyandu Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, menekankan pentingnya penguatan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar masyarakat. Menurutnya, dukungan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan Posyandu di Kota Kendari.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Posyandu membutuhkan dukungan lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan agar pelayanan kepada masyarakat bisa berlangsung lebih optimal,” ujarnya.

Saat ini Kota Kendari memiliki 228 Posyandu yang tersebar di seluruh kelurahan. Melalui penguatan sarana, peningkatan kualitas layanan, dan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM), Posyandu diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kesehatan ibu serta anak.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|