SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dalam kegiatan Seminar dan Musyawarah ASPIKOM Sulawesi Tenggara yang mengangkat tema “Perkembangan Komunikasi Digital dalam Dunia Industri, Pendidikan, dan Kemajuan Kota”, Ketua ASPIKOM Sulawesi Tenggara periode 2022–2025, Dr. Jumrana, S.Sos., M.I.Kom., menegaskan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan komunikasi digital di berbagai sektor menegaskan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan komunikasi digital dalam dunia industri, pendidikan, dan pembangunan kota.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Seminar dan Musyawarah ASPIKOM Sulawesi Tenggara yang berlangsung di lantai 4 Universitas Muhammadiyah Kendari, dari pagi hingga sore hari.
Dalam sambutannya, Jumrana menekankan bahwa tema yang diangkat dalam kegiatan ini bukan sekadar wacana, melainkan realitas yang dihadapi bersama di era transformasi digital saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara berpikir, berkomunikasi, belajar, hingga bekerja.
“Transformasi digital juga mengubah cara kita membangun identitas perkotaan. Industri saat ini telah bergerak berbasis data dan digital, sementara kota berkembang menjadi ekosistem komunikasi yang saling terhubung,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, ASPIKOM dinilai memiliki peran strategis, khususnya dalam pengembangan kurikulum ilmu komunikasi. Kurikulum, kata dia, tidak lagi cukup berorientasi pada teori klasik, melainkan harus adaptif terhadap perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), media sosial, big data, dan ekonomi digital.
Saat ini, ASPIKOM Sulawesi Tenggara telah berkembang dengan melibatkan delapan program studi, yaitu Program Studi Ilmu Komunikasi dan Jurnalistik Universitas Halu Oleo, Program Studi Humas dan Komunikasi Digital serta Desain Komunikasi Visual Universitas Muhammadiyah Kendari, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Kendari, serta Program Studi Komunikasi Digital Universitas 11 November Kolaka.
Selama ini, ASPIKOM aktif dalam berbagai kegiatan ilmiah, termasuk sosialisasi standar kurikulum nasional, penguatan program studi, serta mendorong kolaborasi antara akademisi dan industri. Upaya tersebut bertujuan memastikan lulusan ilmu komunikasi memiliki kompetensi teoritis yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan pengembangan masyarakat lokal.
Meski demikian, Jumrana mengakui bahwa tantangan ke depan tidaklah mudah. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, ASPIKOM Sulawesi Tenggara diharapkan dapat memperkuat perannya dalam tiga aspek utama.
Pertama, mendorong inovasi kurikulum yang kontekstual dengan kebutuhan lokal tanpa mengabaikan daya saing global. Kedua, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan industri dalam mendukung kemajuan kota berbasis komunikasi digital. Ketiga, meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa agar mampu menjadi aktor aktif dalam sistem komunikasi digital yang dinamis.
Ia juga berharap forum seminar dan musyawarah ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi menjadi momentum konsolidasi gagasan dan aksi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan ilmu komunikasi di Sulawesi Tenggara.
“Semoga pertemuan ini membawa manfaat dan menjadi langkah bersama dalam memajukan program studi ilmu komunikasi di Sulawesi Tenggara,” tutupnya.
Laporan: Andi Mahfud

4 hours ago
4
















































