SULTRAKINI.COM: KENDARI— Layanan pengurusan paspor di Sulawesi Tenggara kini memasuki era baru. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari resmi memperkenalkan inovasi berbasis digital bertajuk IKENI LAPAK, sebuah sistem pelayanan paspor modern yang dirancang untuk memangkas waktu proses, memperluas akses layanan, dan meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Muhammad Novrian Jaya, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari transformasi digital di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi melalui sinergi bersama pemda.
“IKENI LAPAK hadir sebagai bentuk komitmen kami untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan akuntabel. Kami ingin memastikan pelayanan paspor tidak hanya efisien, tetapi juga transparan dan selaras dengan kebutuhan masyarakat,” kata Novrian.
Aplikasi IKENI LAPAK memungkinkan pemohon paspor melakukan sejumlah layanan secara digital, mulai dari informasi layanan, penjadwalan, hingga pelacakan proses permohonan.
Peluncuran IKENI LAPAK bukan sekadar inovasi teknis, tetapi bagian dari implementasi kebijakan nasional. Program ini selaras dengan arah kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya poin keempat.
“Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas,” jelas Novrian.
Selain itu, inovasi ini juga sejalan dengan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin keenam yakni Penguatan layanan keimigrasian berbasis digital.
Sementara itu, Sementara itu, Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian, Abdul Aziz Tri Priyambodo, menyampaikan bahwa dengan sistem ini, masyarakat tidak perlu lagi menunggu lama atau datang berulang kali ke kantor imigrasi. Semua tahapan dibuat lebih ringkas dengan standar pelayanan yang semakin profesional.
“Pemanfaatan teknologi digital ini diharapkan mempercepat proses pelayanan, memperkuat akurasi data, dan memastikan bahwa negara hadir di mana pun rakyat membutuhkan layanan keimigrasian,” ucap Aziz.
Ia juga menyebutkan, wilayah kerja Imigrasi Kendari mencakup 1 kota dan 8 kabupaten, sehingga inovasi digital ini sangat penting agar pelayanan lebih efisien, efektif, dan terukur. .
“Dengan IKENI LAPAK berbasis digital, masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan 7–8 jam untuk layanan paspor. Ini memangkas biaya, waktu, dan energi. Karena negara hadir di mana pun rakyat berada” jelasnya.
Peluncuran layanan ini juga mendapat dukungan pemerintah daerah sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik berbasis digital di Sulawesi Tenggara.
Dengan hadirnya IKENI LAPAK, Kantor Imigrasi Kendari ingin memastikan bahwa inovasi bukan hanya jargon, tetapi solusi nyata.
“Kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas jangkauan layanan hingga ke masyarakat di wilayah yang sebelumnya sulit akses pelayanan paspor,” pungkasnya.
Menariknya, inovasi digital ini disambut positif oleh berbagai pihak. Salah satunya dari Kabid Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Kabupaten Kolaka, Soni Kurniawan, yang menyebut IKENI LAPAK sebagai terobosan nyata bagi masyarakat daerah.
“Sebelumnya masyarakat harus menempuh perjalanan jauh hingga 8 jam hanya untuk mengurus dokumen keimigrasian. Kini jauh lebih praktis dan efisien. Kehadiran IKENI LAPAK berbasis digital sangat membantu masyarakat khususnya Kabupaten Kolaka. Semoga kolaborasi ini terus terjalin hingga masa yang akan datang” tandas Soni.
Laporan: Riswan

4 days ago
11















































