SULTRAKINI.COM: BUTON – Operasi pencarian terhadap nelayan asal Desa Lasalimu Pantai, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, yang dilaporkan terjatuh dari longboat saat memancing masih terus berlangsung. Memasuki hari ketiga pencarian, Selasa (16/6/2026), korban bernama Insan (30) belum berhasil ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian sejak pukul 07.15 Wita dengan memperluas area penyisiran di sekitar perairan Lasalimu dan wilayah sekitarnya.
Dalam operasi hari ketiga ini, pencarian dibagi menjadi dua tim. Tim pertama menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir area seluas 25 mil laut persegi (NM²), sedangkan tim kedua menggunakan longboat dengan cakupan pencarian sekitar 3,53 NM².
Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan. Berdasarkan data BMKG, kecepatan angin mencapai 20 kilometer per jam dari arah timur sehingga masih memungkinkan operasi pencarian dilakukan secara maksimal.
Korban diketahui pergi memancing seorang diri menggunakan longboat pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 02.00 Wita di perairan Lasalimu. Namun hingga keesokan harinya korban tidak kembali ke rumah dan keberadaannya tidak diketahui.
Pada Minggu (14/6/2026), longboat milik korban bersama telepon genggamnya ditemukan terdampar di pesisir Desa Koepisino atau Tanah Merah, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara. Penemuan tersebut memicu upaya pencarian oleh keluarga dan warga setempat sebelum akhirnya dilaporkan kepada Basarnas Kendari.
Sejumlah unsur masih dilibatkan dalam operasi SAR ini, di antaranya KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Polair Buton, Polair Buton Utara, Polsek Lasalimu, Babinsa Lasalimu, masyarakat setempat, serta keluarga korban. Tim juga mengerahkan berbagai peralatan pendukung seperti Rescue Car, RIB, Aquaeye, peralatan medis, peralatan evakuasi, dan perangkat komunikasi.
Hingga berita ini diterbitkan, korban masih dalam pencarian dan operasi SAR terus dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan. Basarnas Kendari berharap korban dapat segera ditemukan serta meminta masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban agar segera melapor kepada petugas di lapangan.
Laporan: Andi Mahfud

15 hours ago
7
















































