Harga Ayam di Kendari Diprediksi Naik hingga 30 Persen Jelang Lebaran

3 hours ago 3

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Memasuki Akhir bulan Ramadan, harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Tradisional Andonohu, Kota Kendari, mulai mengalami kenaikan. Beberapa bahan pangan seperti ayam potong dan telur tercatat mengalami perubahan harga seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Salah satu pedagang ayam potong di Pasar Andonohu, Arman, mengatakan bahwa harga ayam potong mulai mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Ia memperkirakan harga ayam masih berpotensi naik saat mendekati Lebaran.

“Harga ayam potong sudah mulai naik sejak hari ini. Untuk saat ini, Menjelang Idul Fitri harga mencapai sekitar Rp32 ribu per kilogram,” ujarnya saat ditemui di lapaknya. Pada Senin, 9 Maret 2026.

Menurutnya, harga ayam yang dijual per ekor bervariasi tergantung ukuran. Ayam kecil dengan berat sekitar 0,8 kilogram dijual sekitar Rp40 ribu per ekor, sedangkan ayam ukuran sedang dengan berat sekitar 1,7 hingga 2 kilogram dijual sekitar Rp70 ribu hingga Rp75 ribu per ekor.

Sementara itu, ayam ukuran jumbo super dengan berat sekitar 2,7 – 3 kilogram dijual di kisaran Rp85 ribu hingga Rp90 ribu per ekor. Arman mengatakan ukuran ayam yang biasa sekitar 1,7 hingga 2 kilogram merupakan yang paling banyak dibeli masyarakat menjelang Lebaran.

Ia juga memperkirakan harga ayam akan kembali meningkat pada H-3 hingga H-1 Lebaran.

“Biasanya menjelang Lebaran harga bisa naik sekitar 30 persen dari harga sekarang. Misalnya ayam super jumbo bisa mencapai sekitar Rp100 ribu per ekor, sedangkan ayam ukuran sedang bisa tembus sekitar Rp80 ribu per ekor,” jelasnya.

Menurut Arman, kenaikan harga ayam menjelang Lebaran merupakan hal yang hampir selalu terjadi setiap tahun karena meningkatnya permintaan masyarakat.

Sementara itu, pedagang telur di pasar yang sama, Edi, mengatakan harga telur juga mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir.

“Sekarang harga telur ukuran sedang sekitar Rp63 ribu per rak, sedangkan yang besar sekitar Rp65 ribu per rak. Sebelumnya yang besar masih Rp60 ribu, dan yang sedang sekitar Rp58 ribu per rak,” katanya.

Ia menjelaskan kenaikan harga terjadi secara bertahap hampir setiap pekan. Namun untuk harga telur saat mendekati Lebaran, ia belum dapat memastikan apakah akan kembali meningkat.

“Kami juga mengikuti harga dari pemasok. Kalau dari sana naik, otomatis harga di sini juga ikut naik,” ujarnya.

Edi menambahkan bahwa sebagian besar pasokan telur yang dijual berasal dari Sidrap, Sulawesi Selatan, selain dari peternak lokal di Sulawesi Tenggara. Namun karena stok lokal terkadang terbatas, pedagang juga mengambil pasokan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Menurutnya, permintaan telur selama Ramadan cukup tinggi. Setiap kali stok datang biasanya langsung habis dibeli oleh masyarakat.

“Biasanya kalau ada stok baru langsung habis diborong pembeli. Tapi untuk stok menjelang akhir Ramadan saya perkirakan masih cukup,” pungkasnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|