FHIL UHO Kenalkan Keanekaragaman Hayati Sulawesi kepada Asesor Internasional

5 hours ago 4

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Upaya Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) menuju akreditasi internasional turut diwarnai aksi pelestarian lingkungan. Tim asesor internasional bersama sivitas akademika melakukan penanaman pohon endemik Sulawesi di kawasan Kebun Raya UHO, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Kehormatan Kebun Raya UHO sebagai bagian dari rangkaian visitasi usulan akreditasi internasional. Penanaman pohon menjadi simbol kolaborasi sekaligus komitmen terhadap upaya konservasi keanekaragaman hayati Sulawesi.

Dalam kegiatan itu, asesor internasional Prof. Dr. Andreas Rothe dari Weihenstephan-Triesdorf University of Applied Sciences, Jerman, menanam Hopea gregaria Slooten (Dipterocarpaceae), salah satu spesies endemik Sulawesi. Sementara Diah Muflihah, mahasiswa Kehutanan Universitas Hasanuddin, menanam Nageia wallichiana (C. Presl) Kuntze dari famili Podocarpaceae.

Kepala UPA Kebun Ilmu Hayati (Kebun Raya UHO), Prof. Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan memiliki makna penting dalam memperkenalkan potensi flora endemik Sulawesi kepada dunia internasional.

“Penanaman itu dilaksanakan di Taman Kehormatan Kebun Raya UHO. Paling tidak kita ingin menyampaikan bahwa ada peneliti asing dan pihak yang terlibat dalam akreditasi internasional yang melakukan kegiatan penanaman di Kebun Raya,” ujar Prof. Danu.

Menurutnya, pohon-pohon yang ditanam nantinya akan menjadi simbol jejak kolaborasi para tamu internasional yang pernah berkunjung ke Kebun Raya UHO sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian tumbuhan asli Sulawesi.

“Paling tidak ada jejak mereka di Kebun Raya UHO. Yang kedua, kita ingin menyosialisasikan bahwa mereka telah menanam jenis-jenis tumbuhan endemik Sulawesi,” katanya.

Prof. Danu juga mengungkapkan rasa syukur karena keberadaan Kebun Raya UHO turut menjadi salah satu aspek yang dinilai dalam proses akreditasi internasional Program Studi Kehutanan FHIL UHO. Hal itu menunjukkan fasilitas tersebut memiliki kontribusi nyata dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Ia menjelaskan, Kebun Raya UHO selama ini dimanfaatkan sebagai laboratorium lapangan bagi mahasiswa pada berbagai mata kuliah, seperti Silvikultur, Silvika, Dendrologi, Restorasi Hutan, Ilmu dan Teknologi Mikoriza, Konservasi Sumber Daya Hutan, Perhutanan Kota, Biologi Dasar, Sistem Informasi Geografis, Pengelolaan Satwa Liar, Inventarisasi Satwa Liar, hingga Pengantar Ilmu Kehutanan dan Lingkungan.

Selain mendukung proses pembelajaran, kawasan tersebut juga menjadi lokasi berbagai penelitian akademik. Hingga saat ini, sedikitnya 24 skripsi mahasiswa Kehutanan UHO telah diselesaikan di Kebun Raya UHO. Di samping itu, terdapat tiga riset mahasiswa, dua penelitian dosen, lima artikel ilmiah, serta lima buku yang dihasilkan dari aktivitas akademik di kawasan tersebut.

Peran Kebun Raya UHO juga terus berkembang sebagai pusat pengabdian kepada masyarakat. Dosen dan mahasiswa aktif melakukan eksplorasi tumbuhan endemik Sulawesi, penanaman spesies yang terancam punah, pendataan koleksi pohon, hingga menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan konservasi.

Melalui berbagai fungsi tersebut, Kebun Raya UHO diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat konservasi, pendidikan, penelitian, dan kolaborasi internasional yang mendukung peningkatan mutu Program Studi Kehutanan FHIL UHO menuju pengakuan di tingkat global.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|