Direktur BAZMA Pertamina Pusat Berbagi Strategi Sukses Dunia Kerja kepada Mahasiswa UHO

3 hours ago 2

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Hasan Afif, Direktur Utama BAZMA Pertamina Pusat yang berlokasi di Jakarta Pusat, membagikan pengalaman dan strategi membangun karier kepada mahasiswa Universitas Halu Oleo. Dalam sambutannya Pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Aula Bathiar Fisip UHO, ia menekankan pentingnya memanfaatkan masa kuliah untuk menyiapkan diri menghadapi dunia kerja, membangun kompetensi, serta menentukan jalur karier sejak dini.

Mas Hasan menceritakan pengalamannya saat menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), yang dimulai pada 2007 dan lulus pada 2012. Ia menekankan bahwa masa mahasiswa merupakan periode istimewa untuk belajar, berorganisasi, magang, dan membangun keterampilan praktis yang menjadi bekal menghadapi dunia profesional. Menurutnya, IPK tinggi hanyalah pintu gerbang awal; keberhasilan di dunia kerja lebih ditentukan oleh kemampuan adaptasi, konsistensi, komunikasi, dan keterampilan praktis lainnya.

Ia menguraikan tiga jalur karier utama bagi lulusan: profesional di perusahaan, akademisi atau dosen, dan wirausahawan. Ketiganya memiliki tantangan dan risiko masing-masing. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menentukan fokus sejak awal, mengasah keterampilan, dan membangun pengalaman relevan. Mas Hasan juga menyoroti fenomena Gen Z yang cenderung sering berpindah-pindah pekerjaan, menekankan bahwa konsistensi di satu bidang menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.

Selain itu, Mas Hasan memberikan strategi praktis agar mahasiswa siap menghadapi dunia kerja, seperti memanfaatkan magang, aktif di organisasi, membangun relasi, serta mengembangkan kemampuan digital, komunikasi, kepemimpinan, dan literasi keuangan. Ia menegaskan bahwa kesuksesan bukan semata soal jabatan atau titel, tetapi bagaimana mampu bertahan, berkembang, dan berkontribusi di bidang yang dipilih.

“Setiap jalur karier memiliki sisi enak dan tidak enaknya. Yang terpenting adalah konsisten dengan pilihan, siap menghadapi tantangan, dan terus mengembangkan diri. Lima hingga sepuluh tahun setelah lulus, kita akan mulai merasakan hasil dari fokus dan kerja keras yang dilakukan sejak masa kuliah,” ujar Mas Hasan Afif.

Mas Hasan menambahkan bahwa mahasiswa harus memanfaatkan statusnya sebagai mahasiswa untuk bereksperimen dan membangun pengalaman.

“Di kampus, kalian punya ruang untuk mencoba, magang, dan belajar tanpa terlalu banyak risiko. Jangan sampai setelah lulus, kalian bingung menentukan arah karena tidak memanfaatkan waktu kuliah dengan maksimal,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran dalam mengelola hidup dan karier. Menurutnya, mahasiswa perlu belajar konsisten, membangun keterampilan yang relevan, dan memahami jalur yang ingin ditempuh sejak awal. Dengan fokus yang tepat, kemampuan adaptasi, dan tekad yang kuat, setiap mahasiswa dapat menyiapkan diri menghadapi dunia kerja sekaligus meraih kesuksesan jangka panjang.

Dengan pembekalan pengalaman dan wawasan dari para alumni berprestasi seperti Mas Hasan Afif, mahasiswa diharapkan termotivasi untuk memetakan masa depan secara strategis, mengembangkan potensi diri, serta konsisten menekuni bidang yang dipilih. Penekanan pada kombinasi keimanan, keterampilan, dan perencanaan karier sejak dini diyakini menjadi kunci untuk meraih kesuksesan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|