Demo FKIP UHO di DPRD Sultra Diwarnai Dugaan Provokator, Seorang Mahasiswa Dipukul

9 hours ago 5

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Demonstrasi yang digelar Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) FKIP Universitas Halu Oleo (UHO) di Kantor DPRD Sulawesi Tenggara, Rabu (17/6/2026), berakhir dengan diterimanya seluruh tuntutan mahasiswa. Namun, aksi tersebut juga diwarnai kemunculan seorang pria yang diduga sebagai provokator dan sempat memukul salah satu peserta aksi.

Ratusan mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan sejumlah isu nasional dan pendidikan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah. Aksi berlangsung sejak pagi hingga siang hari dan diterima langsung oleh pihak DPRD Sultra.

Ketua BEM FKIP UHO, Hendrawan Sai Nudin, mengatakan demonstrasi tersebut berjalan cukup baik karena aspirasi mahasiswa mendapat respons positif dari DPRD Sultra.

Menurut Hendrawan, massa aksi dari FKIP UHO yang hadir dalam demonstrasi mencapai sekitar 200 orang. Mereka bergabung dengan mahasiswa lain yang turut mengawal penyampaian aspirasi di DPRD Sultra.

“Hasil dari aksi hari ini yaitu apa yang menjadi tuntutan kami diterima oleh DPRD Sultra,” kata Hendrawan saat diwawancarai usai aksi.

Ia menjelaskan DPRD Sultra juga menyatakan siap menindaklanjuti berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Salah satu bentuk komitmen yang diberikan yakni melibatkan mahasiswa FKIP UHO dalam mengawal proses tindak lanjut tuntutan tersebut.

“DPRD menerima dan menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan kami. Mereka juga berkomitmen melibatkan mahasiswa FKIP UHO untuk mengawal tuntutan ini bersama-sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hendrawan mengungkapkan isu yang paling mendapat perhatian dari DPRD Sultra adalah persoalan dualisme Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain dua isu tersebut, mahasiswa juga membawa sejumlah persoalan nasional lainnya yang dianggap berdampak langsung terhadap masyarakat dan dunia pendidikan.

Meski tuntutan diterima, BEM FKIP UHO mengevaluasi adanya gangguan selama jalannya demonstrasi. Hendrawan menyebut pihaknya kecolongan oleh seorang provokator yang diduga sengaja mengacaukan aksi.

Sementara itu, Jenderal Lapangan Aksi, Ilham, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Advokasi dan HAM DPM FKIP UHO, mengatakan massa yang turun dalam demonstrasi berasal dari KBM FKIP UHO dan MPM UHO yang bergabung dalam satu barisan aksi.

Menurut Ilham, sosok yang diduga sebagai provokator tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak mahasiswa melakukan konsolidasi dan orasi di lingkungan FKIP UHO sebelum bergerak menuju DPRD Sultra.

Ia mengaku pria tersebut datang menggunakan sweter biru dan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion berwarna hitam kehijauan. Pria itu disebut beberapa kali mengganggu jalannya konsolidasi mahasiswa. Setelah massa bergerak menuju DPRD Sultra, pria tersebut kembali muncul di lokasi aksi.

“Saat aksi berlangsung, orang itu tiba-tiba masuk ke tengah massa dan memukul salah satu mahasiswa. Setelah itu dia langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor,” kata Ilham.

Ilham mengaku sempat mengingatkan peserta aksi agar tidak terpancing emosi. Mahasiswa juga sempat mengambil gambar wajah pria tersebut yang terekam kamera. Namun, hingga kini identitas yang bersangkutan belum diketahui secara pasti.

Beberapa mahasiswa menduga pria tersebut merupakan oknum anggota TNI berdasarkan informasi yang mereka dengar. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.

Di sisi lain, mahasiswa memastikan seluruh tuntutan berhasil disampaikan dengan baik dan diterima DPRD Sultra. Mereka menegaskan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan yang telah disepakati tidak ditindaklanjuti.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|