Delegasi Prancis Jajaki Peluang Kerja Sama Baru dengan UHO, Bukan Sekadar Kunjungan Seremonial

8 hours ago 7

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Suasana hangat mewarnai pertemuan antara delegasi Communauté d’Agglomération de La Rochelle, Prancis, dan civitas akademika Universitas Halu Oleo (UHO) di Aula Rektorat UHO lantai 4, Jumat (19/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, delegasi La Rochelle memaparkan sejarah panjang hubungan mereka dengan Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama baru dengan UHO.

Salah satu penyampaian penting datang dari Penasihat Wali Kota La Rochelle Bidang Hubungan Internasional, Oksana Krish. Sambutan yang disampaikan dalam bahasa Inggris itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar dapat dipahami seluruh peserta yang hadir.

Oksana mengawali sambutannya dengan menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada delegasi La Rochelle untuk berkunjung dan berdiskusi bersama sivitas akademika UHO. Ia mengaku merasa terhormat dapat hadir langsung di kampus terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut.

“Suatu kehormatan bagi saya dapat berada di sini bersama Bapak dan Ibu sekalian hari ini. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mengunjungi kampus ini,” ujar Oksana dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena perwakilan Universitas La Rochelle belum dapat bergabung dalam kunjungan tersebut. Menurutnya, saat ini mahasiswa di Prancis tengah memasuki masa ujian sehingga pihak universitas tidak dapat mengirimkan perwakilan.

Dalam kesempatan itu, Oksana mengungkapkan bahwa hubungan antara La Rochelle dan Indonesia telah terjalin sejak lama. Bahkan sejak Universitas La Rochelle berdiri pada tahun 1993, pengajaran bahasa Indonesia telah menjadi salah satu perhatian penting kampus tersebut.

Menurutnya, para pemimpin La Rochelle sejak tiga dekade lalu telah melihat Indonesia sebagai negara yang memiliki masa depan besar di kawasan Asia. Karena itu, pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia terus dipertahankan hingga sekarang.

“Setiap tahun, pengajaran bahasa Indonesia menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi mahasiswa kami, tidak hanya untuk mempelajari bahasa Indonesia, tetapi juga memahami budaya, sejarah, dan peradaban bangsa Indonesia,” katanya.

Oksana menjelaskan, selama hampir 30 tahun Universitas La Rochelle secara konsisten mengajarkan bahasa Indonesia kepada mahasiswanya. Melalui program tersebut, sejumlah mahasiswa kemudian dikirim ke Indonesia sebagai relawan solidaritas internasional untuk menjalankan berbagai misi kemanusiaan dan sosial.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Prof. Philippe Granger yang dinilai memiliki peran besar dalam membangun dan memperkuat kerja sama antara Universitas La Rochelle dan UHO selama ini. Kerja sama tersebut berkembang terutama pada bidang bahasa asing dan pengelolaan sumber daya air.

Oksana mengungkapkan bahwa sejak tahun 2014, La Rochelle bersama Kota Kendari telah menjalin kolaborasi dalam pengelolaan air yang didukung Badan Pembangunan Prancis. Program tersebut menghasilkan berbagai capaian, mulai dari peningkatan kualitas produksi air, pengelolaan risiko banjir di DAS Wanggu, hingga penelitian kualitas air pesisir yang melibatkan peneliti UHO.

“Kehadiran kami di sini juga dilandasi keyakinan bahwa kita memiliki visi yang sama dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, pelestarian laut, keanekaragaman hayati, dan perlindungan lingkungan,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Oksana berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari lahirnya berbagai proyek kolaborasi baru antara UHO dan Universitas La Rochelle. Ia optimistis kemitraan yang telah terjalin selama bertahun-tahun dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi mahasiswa, peneliti, kampus, serta masyarakat di kedua wilayah.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|