Deep Talk Ramadan UHO Ajak Mahasiswa Muhasabah dan Mengembangkan Diri

4 hours ago 2

SULTRAKINI.COM: KENDARI, Kegiatan Deep Talk Ramadan yang digelar melalui kolaborasi Lingkar Studi Ilmiah dan Penalaran (LSIP) FKIP Universitas Halu Oleo bersama FK-MPM UHO dan EtosID Kendari menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa di tengah kesibukan perkuliahan.

Mardani Syarif, S.P., selaku fasilitator EtosID Kendari, menjelaskan bahwa kegiatan Deep Talk Ramadan digagas sebagai ruang refleksi bagi mahasiswa di tengah kesibukan perkuliahan.

Menurutnya, banyak mahasiswa yang saat ini disibukkan dengan berbagai aktivitas akademik seperti kuliah, mengerjakan tugas, hingga menyusun laporan, sehingga sering kali mengalami kelelahan baik secara fisik maupun mental. Karena itu, kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan momentum bagi mahasiswa agar dapat sejenak berhenti dari rutinitas dan melakukan muhasabah diri di bulan suci Ramadan.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengajak mahasiswa kembali bermuhasabah dan merenungkan makna Ramadan di tengah kesibukan kuliah dan berbagai aktivitas akademik. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan kembali energi positif serta menyegarkan kembali semangat keimanan mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengingatkan mahasiswa tentang pentingnya manajemen diri selama menjalani masa perkuliahan agar dapat menyelesaikan studi dengan baik.

“Kami ingin mengingatkan mahasiswa bagaimana mengelola diri selama masa kuliah sehingga perkuliahan mereka dapat berjalan dengan baik, lancar, dan sukses,” tambahnya.

Dalam proses pembinaan mahasiswa, Mardani menilai bahwa setiap mahasiswa memiliki karakter yang berbeda sehingga pendekatan yang digunakan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

“Mahasiswa memiliki karakter yang beragam. Ada yang wataknya keras, ada yang lembut. Karena itu pembinaan tidak bisa dilakukan dengan satu cara saja. Kita perlu memahami kebutuhan mereka, lalu melakukan pendekatan dari sisi emosional, karakter, maupun kebutuhan yang mereka miliki,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pendekatan pembinaan mahasiswa harus dilakukan secara personal dan humanis.

“Mahasiswa bukan seperti benda mati yang bisa langsung diarahkan begitu saja. Mereka memiliki pemikiran dan pertimbangan sendiri. Karena itu pendekatan yang saya gunakan adalah pendekatan dari hati, memahami kebutuhan mereka, lalu memfasilitasi agar mereka bisa bertumbuh, berproses, dan sukses sesuai dengan karier yang mereka inginkan,” katanya.

Terkait pelaksanaan kegiatan Deep Talk Ramadan, ia menilai antusiasme mahasiswa cukup baik. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara LSIP FKIP UHO, FK-MPM UHO, dan EtosID Kendari serta terbuka bagi mahasiswa dari berbagai fakultas.

“Peserta yang hadir cukup banyak dan sebagian juga berasal dari organisasi mahasiswa lainnya. Walaupun waktunya terbatas, mereka terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mardani mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada diskusi Ramadan saja, melainkan akan dilanjutkan dengan program pembinaan mahasiswa setelah Ramadan.

“Kami akan melakukan tindak lanjut berupa pendampingan mahasiswa melalui berbagai program, seperti kelas public speaking, kelas tahsin Al-Qur’an, serta kelas bahasa Inggris dan bahasa Arab. Kami juga akan menyediakan mentor pendamping agar mahasiswa memiliki ruang bertumbuh yang positif di kampus,” jelasnya.

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa menjadi lebih produktif dan aktif dalam kegiatan yang bermanfaat.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya datang ke kampus untuk kuliah, tetapi juga aktif dalam kegiatan positif, berkumpul dengan orang-orang baik, dan menghasilkan karya yang bermanfaat,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa program pembinaan EtosID telah lama bermitra dengan pihak kampus dan mendapatkan dukungan dari pimpinan universitas.

“Etos sebagai program beasiswa mitra telah bekerja sama dengan pihak kampus selama kurang lebih sepuluh tahun. Setiap semester kami juga melakukan pertemuan dengan pimpinan universitas untuk menyampaikan perkembangan program, dan alhamdulillah selalu mendapatkan dukungan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap mahasiswa dapat mulai merefleksikan diri serta merencanakan masa depan mereka sejak masih berada di bangku kuliah.

“Harapan kami setelah kegiatan ini mahasiswa dapat mulai merefleksikan diri, memetakan potensi serta merencanakan masa depan mereka. Dengan begitu mereka bisa menjalani perkuliahan dengan baik, menyeimbangkan waktu, dan memiliki arah yang jelas setelah lulus,” tutupnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|