Dari Tengah Sawah, Jurnalisme Bertumbuh: Menyambut Konferwil AMSI Gorontalo 2026

4 hours ago 1

Catatan M. Djufri Rachim (Korwil AMSI Indonesia Timur)

SULTRAKINI.COM: Di tengah lanskap kota Gorontalo yang terus bertumbuh, ada satu ruang sunyi yang justru menyimpan denyut sejarah dan masa depan jurnalisme: Sekretariat Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Gorontalo. Letaknya tidak biasa, di tengah hamparan sawah yang hijau, dikelilingi perumahan warga, menghadirkan suasana yang teduh, reflektif, sekaligus membumi.

Bangunan sekretariat itu sendiri bukan sekadar tempat berkegiatan organisasi. Ia berdiri dalam bentuk rumah panggung kayu, merepresentasikan arsitektur lokal Gorontalo yang sarat makna: keterhubungan dengan alam, kearifan ekologis, dan filosofi hidup yang sederhana namun kokoh. Di halaman, tumbuh pepohonan khas Sulawesi, yang dalam tradisi lokal tidak hanya menjadi elemen lanskap, tetapi juga simbol ketahanan, keberlanjutan, dan kehidupan.

Lebih dari itu, di ruang ini juga berdiri sebuah monumen kecil yang menyimpan jejak panjang sejarah jurnalistik Gorontalo. Jauh sebelum konsep “media” hadir dalam pengertian modern, masyarakat Gorontalo telah mengenal praktik penyampaian informasi melalui sastra lisan berupa pantun, syair, dan musik tradisional yang dikenal sebagai “Tanggomo”. Dalam perspektif komunikasi, praktik ini dapat dipahami sebagai bentuk awal jurnalisme kultural: penyampaian pesan publik, kritik sosial, dan refleksi realitas melalui medium yang hidup di tengah masyarakat.

Fondasi nilai-nilai inilah yang dirawat dan dilanjutkan oleh kepemimpinan Verriyanto Wajawi, seorang jurnalis senior yang memimpin AMSI Gorontalo selama dua periode hingga 2026. Di bawah arahannya, sekretariat ini tidak hanya menjadi pusat aktivitas organisasi, tetapi juga ruang dialektika antara tradisi dan modernitas dalam praktik jurnalisme.

Tanggal 29 April 2026 menjadi momentum penting. Di tempat yang asri dan penuh makna ini, akan berlangsung Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-3 AMSI Gorontalo, sebuah titik transisi kepemimpinan, sekaligus peneguhan komitmen terhadap profesionalisme media siber di daerah.

Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan anggota AMSI Gorontalo yang telah mempersiapkan Konferwil ini dengan penuh dedikasi. Semoga ikhtiar kolektif ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pers yang sehat, independen, dan berintegritas.

Terima kasih pula kepada Ketua Umum Wahyu Dhyatmika, serta Ketua Bidang Organisasi Ismoko Widjaya dan seluruh jajaran pengurus AMSI Nasional, atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk turut hadir sebagai saksi dalam momentum penting ini.

Dari tengah sawah, dari rumah kayu yang sederhana, dari tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, AMSI Gorontalo mengajarkan bahwa jurnalisme bukan sekadar profesi, tetapi bagian dari peradaban.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi langkah kita semua. Insya Allah… Aamiin YRA.

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|