Canva sebagai Ruang Kreasi Guru: Nardis Berbagi Praktik Baik di Ajang Apresiasi GTK Sultra 2025

3 weeks ago 26

SULTRAKINI.COM: KENDARI— Kegiatan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025 menghadirkan sesi pemaparan inspiratif oleh Nardis, S.Pd., Gr., M.Pd. pada Jumat, 7 November 2025, bertempat di Hotel Claro Kendari, pukul 13.45–15.00 WITA. Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.

Dikenal sebagai Duta Teknologi, Guru Duta Canva Indonesia, Guru Penggerak, dan Fasilitator Pembelajaran KKA, Nardis membawakan materi mengenai Canva sebagai ruang kreasi guru dalam menyiapkan media pembelajaran yang kreatif, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan digital.

Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa hal paling utama saat ini adalah kemampuan guru merancang materi presentasi dan media ajar yang menarik untuk mendukung proses belajar.

“Yang paling utama adalah bagaimana guru-guru bisa membuat materi presentasi yang menarik untuk pembelajaran mereka. Baik dipakai mengajar di kelas, berbagi praktik antar guru, maupun tampil dalam forum resmi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh guru di Indonesia sudah difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan melalui akun belajar.id yang dapat diintegrasikan dengan Canva Edu Premium.

“Akun belajar.id itu kalau kita hubungkan dengan Canva, sama dengan menggunakan akun premium khusus edukasi. Jadi guru bisa mengakses fitur lengkap dan banyak template pendidikan yang siap pakai,” terangnya.

Dalam sesi tersebut, Nardis memperkenalkan Canva bukan hanya sebagai alat membuat presentasi, tetapi platform kreasi pembelajaran yang sangat luas, di antaranya:

LKPD, modul, dan bahan ajar visual

Game edukasi dan kuis interaktif

Poster dan infografis kelas

Desain branding sekolah

Konten pembelajaran yang ceria dan mudah dipahami siswa

Menurutnya, guru Sekolah Dasar sangat terbantu karena Canva menghadirkan tampilan visual warna-warni, ramah anak, dan mendorong antusiasme belajar.

Meski demikian, ia menyadari bahwa tantangan terbesar masih terkait ketersediaan perangkat dan jaringan internet yang stabil.

“Karena berbasis online, dibutuhkan jaringan yang stabil. Ini tantangan yang masih kita hadapi bersama, terutama di wilayah dengan akses internet terbatas. Namun semangat guru untuk belajar dan beradaptasi adalah kekuatan utamanya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan motivasinya sebagai pendidik di daerah.

“Saya ingin menjadi role model bagi guru-guru Indonesia dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran. Guru di kampung pun bisa berkarya, berinovasi, dan berdampak luas.”

Menutup sesi, ia menyampaikan harapan agar praktik baik ini tidak berhenti di forum apresiasi saja, tetapi menjadi gerakan pembelajaran di sekolah masing-masing.

“Harapan saya, praktik baik ini tidak berhenti pada kompetisi. Terapkan di kelas, dan bagikan lagi kepada guru-guru lain di daerah. Dengan begitu, dampaknya lebih luas dan berkelanjutan,” tutupnya.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan penguatan kapasitas pendidik dalam mewujudkan pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan relevan di era digital.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|