BNNP Sultra dan Mahasiswa Apoteker UHO Edukasi Bahaya Narkoba kepada Siswa SMAN 2 Kendari

12 hours ago 4

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo (UHO) Angkatan XV melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program advokasi dan edukasi preventif bertema “Sosialisasi Bahaya Narkoba dalam Membangun Ketahanan Diri Siswa” di SMAN 2 Kendari, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mewajibkan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Kali ini, sasaran kegiatan difokuskan kepada pelajar sekolah menengah atas yang dinilai rentan terhadap penyalahgunaan narkoba dan berbagai pengaruh negatif lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mahasiswa apoteker Fakultas Farmasi UHO angkatan XV, Yayat Jatnika, menjelaskan bahwa. Kegiatan tersebut merupakan arahan langsung dari fakultas dan kampus agar mahasiswa profesi apoteker dapat terjun langsung ke masyarakat melalui berbagai program edukasi dan sosialisasi.

Menurut Yayat, kelompoknya memilih tema bahaya narkoba karena persoalan tersebut masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Selain itu, SMAN 2 Kendari dipilih karena merupakan salah satu sekolah unggulan yang memiliki peran penting dalam mencetak generasi penerus di Kota Kendari.

“Kami memilih sosialisasi terkait bahaya narkoba karena saat ini kasus-kasus seperti ini masih sering terjadi di kalangan remaja. Harapannya, kegiatan ini bisa memberikan pemahaman tambahan kepada adik-adik siswa,” ujar Yayat.

Untuk memperkuat materi yang disampaikan, pihaknya menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara sebagai mitra dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi itu dilakukan agar peserta mendapatkan informasi yang akurat dan langsung dari instansi yang berwenang menangani persoalan narkotika.

“Kami memilih bermitra dengan BNNP Sultra karena sejalan dengan tema yang kami angkat. Kami ingin menghadirkan narasumber yang benar-benar memahami persoalan narkoba sehingga materi yang diterima siswa lebih terpercaya dan komprehensif,” katanya.

Yayat menjelaskan, Kelompok 15 terdiri dari lima mahasiswa profesi apoteker. Sementara kelompok lainnya melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di lokasi berbeda, seperti puskesmas, sekolah menengah pertama, hingga balai desa dengan berbagai tema edukasi kesehatan.

Selain penyalahgunaan narkoba, sejumlah kelompok mahasiswa juga mengangkat tema penggunaan obat yang benar, edukasi kosmetik, hingga sosialisasi kesehatan masyarakat. Seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa profesi apoteker Fakultas Farmasi UHO.

Ia mengungkapkan bahwa antusiasme pihak sekolah dan para siswa sangat tinggi sejak awal proses koordinasi. Bahkan, pihak sekolah telah menyambut positif rencana kegiatan tersebut sejak pengajuan kerja sama dilakukan sekitar sepekan sebelum pelaksanaan.

“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari pihak sekolah maupun siswa. Mudah-mudahan materi yang diberikan hari ini bisa dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Yayat berharap para siswa tidak hanya memahami bahaya narkoba bagi kesehatan dan masa depan, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi di lingkungan pergaulan mereka. Dengan demikian, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan secara lebih luas melalui peran aktif generasi muda.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|