Aris Badara: Ribuan Calon Siswa SMA/SMK Berebut Kursi Sekolah Negeri, Sultra Siapkan 66.856 Kuota

11 hours ago 7

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di Sulawesi Tenggara mulai menjadi perhatian masyarakat. Ribuan calon siswa dan orang tua kini bersiap mengikuti tahapan pendaftaran yang telah disiapkan pemerintah dengan sistem yang lebih transparan dan berbasis digital.

Di tengah tingginya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan SMK negeri, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan daya tampung sekolah di seluruh kabupaten dan kota. Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Nomor 230 Tahun 2026 tertanggal 28 April 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. H. Aris Badara, S.Pd., M.Hum., mengatakan daya tampung yang ditetapkan telah disesuaikan dengan jumlah ruang kelas belajar (RKB) dan rombongan belajar (rombel) yang tersedia di masing-masing sekolah.

Menurutnya, pemerintah berupaya menyeimbangkan antara kapasitas sekolah dengan jumlah peserta didik yang akan diterima agar proses pembelajaran berjalan optimal. Penyesuaian tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan di daerah.

“Jadi ini yang sementara kita sesuaikan antara daya tampung dengan kelas yang tersedia,” kata Aris Badara saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan SPMB 2026/2027.

Ia menjelaskan, mekanisme penerimaan murid baru tetap mengacu pada jalur yang telah ditetapkan pemerintah, yakni jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Seluruh jalur tersebut disiapkan untuk memberikan kesempatan yang adil kepada calon peserta didik.

“Namun demikian, tentu nantinya kita akan mengatur dengan jalur yang ada, ada domisili, prestasi, mutasi, dan afirmasi,” ujarnya.

Aris menegaskan bahwa salah satu tujuan utama penerapan sistem tersebut adalah agar siswa dapat bersekolah di lokasi yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Dengan demikian, distribusi peserta didik dapat lebih merata dan mengurangi penumpukan pada sekolah tertentu.

“Kita berharap sebenarnya kita menata ini. Jadi mungkin yang sesuai dengan domisili bisa bersekolah dekat tempatnya. Itu yang kita siapkan sekarang,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai potensi praktik jual beli kursi yang kerap menjadi sorotan pada penerimaan siswa baru, Aris menyatakan optimistis persoalan tersebut tidak akan terjadi pada tahun ini. Menurutnya, sistem yang diterapkan saat ini semakin terbuka dan mudah dipantau.

“Kita berharap tidak ada, saya optimis tahun ini tidak ada lagi seperti itu,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan seluruh kanal informasi resmi yang telah disediakan pemerintah. Transparansi data dan proses pendaftaran diharapkan dapat meminimalkan berbagai bentuk pelanggaran.

Selain itu, Aris menilai generasi saat ini sudah sangat akrab dengan teknologi digital sehingga proses pendaftaran berbasis aplikasi tidak akan menjadi kendala yang berarti bagi para calon peserta didik.

“Para siswa sekarang kan generasi alfa, pasti sudah terbiasa memanfaatkan aplikasi yang disiapkan oleh pemerintah,” katanya.

Berdasarkan data daya tampung SPMB 2026/2027, total kapasitas SMA Negeri di Sulawesi Tenggara mencapai 44.532 siswa. Jumlah tersebut tersebar di 274 SMA Negeri dengan dukungan 1.235 ruang kelas belajar dan 1.232 rombongan belajar.

Untuk jenjang SMA, Kabupaten Konawe Selatan menjadi daerah dengan daya tampung terbesar yakni 4.572 siswa, disusul Kota Kendari dan Kabupaten Konawe yang masing-masing memiliki kapasitas 4.284 siswa. Sementara Kabupaten Muna menyediakan daya tampung sebanyak 4.320 siswa dan Kota Baubau sebanyak 2.556 siswa.

Adapun pada jenjang SMK Negeri, total daya tampung yang disediakan pada SPMB Tahun Pelajaran 2026/2027 mencapai 22.324 siswa yang tersebar di 121 sekolah. Kota Kendari menjadi daerah dengan daya tampung terbesar yakni 4.212 siswa, disusul Kabupaten Kolaka sebanyak 2.664 siswa, Kota Baubau 1.950 siswa, Kabupaten Muna 1.908 siswa, dan Kabupaten Konawe 1.756 siswa. Sementara daerah dengan daya tampung paling sedikit adalah Kabupaten Konawe Kepulauan yang hanya menyediakan kuota bagi 138 siswa baru.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|