Amazon Kuiper Siap Investasi Rp328 Miliar di Indonesia, Tantang Dominasi Starlink

1 week ago 16


INIPASTI.COM, Jakarta – Sabtu, 22 Maret 2025, Amazon Kuiper, proyek layanan internet berbasis satelit orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO) milik raksasa teknologi Amazon, dikabarkan akan mengucurkan investasi awal sebesar US$20 juta atau sekitar Rp328 miliar (dengan kurs Rp16.400 per dolar AS) di Indonesia. Langkah ini menandai masuknya Amazon Kuiper sebagai pesaing baru bagi Starlink, layanan internet satelit milik SpaceX yang telah lebih dulu beroperasi di Tanah Air.

Menurut laporan terbaru, Amazon Kuiper berencana membangun enam stasiun gateway di Indonesia dalam lima tahun ke depan. Investasi ini diperkirakan akan meningkat hingga US$90 juta (sekitar Rp1,47 triliun) pada tahun 2035, seiring dengan ekspansi infrastruktur dan upaya mempercepat akses internet di berbagai wilayah, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyambut baik rencana ini, dengan menjajaki kerja sama strategis untuk mendukung transformasi digital nasional.

“Kami terbuka terhadap investasi dan teknologi baru yang dapat membantu mencapai konektivitas di Indonesia,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam pernyataan resminya pada 18 Maret 2025. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan sektor swasta seperti Amazon Kuiper dapat mempercepat akses teknologi digital bagi seluruh warga negara, tanpa memandang lokasi geografis.

Saat ini, Amazon Kuiper tengah mengurus izin operasional di Indonesia, termasuk lisensi telekomunikasi dan hak peminjaman satelit. Proses ini didukung oleh regulasi terbaru yang memungkinkan perusahaan asing beroperasi dengan Nomor Induk Berusaha (NIB). Gonzalo de Dios, Global Head of Licensing and International Regulatory Affairs Amazon Project Kuiper, menyatakan, “Kami ingin bekerja sama dengan pemerintah dan mitra lokal untuk menyediakan akses internet yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.”

Persaingan dengan Starlink
Kehadiran Amazon Kuiper di Indonesia dipastikan akan memanaskan persaingan dengan Starlink, yang telah meluncurkan layanannya di Indonesia sejak Juni 2022. Starlink, yang dimiliki oleh Elon Musk, saat ini telah mengoperasikan sekitar 7.000 satelit LEO dan melayani pelanggan korporasi serta individu di berbagai wilayah. Sementara itu, Amazon Kuiper masih dalam tahap awal, dengan baru dua satelit prototipe yang mengorbit sejak diluncurkan pada Oktober 2023. Namun, Amazon menjanjikan layanan yang kompetitif dengan kecepatan hingga 400 Mbps dan harga yang terjangkau.

Analis teknologi memperkirakan persaingan ini akan menguntungkan konsumen, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur internet konvensional. “Starlink sudah memiliki keunggulan jumlah satelit dan pengalaman operasional, tapi Kuiper punya potensi menawarkan alternatif dengan dukungan ekosistem Amazon yang kuat,” kata seorang pengamat teknologi dari Jakarta, yang enggan disebut namanya.

Langkah Strategis Amazon
Amazon Kuiper sendiri menargetkan peluncuran satelit operasional pertamanya pada pertengahan 2025 secara global. Di Indonesia, investasi ini menjadi bagian dari strategi Amazon untuk mengejar ketertinggalan dari Starlink dalam pasar internet satelit. Armada satelit Kuiper direncanakan beroperasi pada radius 56 derajat utara dan selatan khatulistiwa, mencakup wilayah Indonesia sepenuhnya.

Pemerintah Indonesia, melalui Kemkomdigi, berjanji akan memfasilitasi proses perizinan dan diskusi lebih lanjut untuk memastikan proyek ini berjalan lancar. Dengan masuknya Amazon Kuiper, persaingan di sektor telekomunikasi satelit Indonesia diprediksi semakin sengit, sekaligus membuka peluang baru untuk konektivitas digital yang lebih inklusif.

Penulis: Tim inipasti.com
Tanggal: 22 Maret 2025


Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|