Alumni Wisudawan Terbaik UHO Berbagi Strategi Sukses kepada Mahasiswa

3 hours ago 2

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Wisudawan terbaik Universitas Halu Oleo tahun 2019 sekaligus awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan 2023, Safril, S.Si., M.Sc., berbagi pengalaman dan strategi dalam merancang masa depan kepada mahasiswa UHO. Dalam pemaparannya yang bertema “Pribadi Muslim Ideal: Upgrade Potensi Mahasiswa dan Merancang Hidup Masa Depan”, ia menekankan pentingnya perencanaan hidup yang terstruktur, pengelolaan diri secara sadar, serta penguatan iman sebagai fondasi untuk mencapai tujuan akademik dan karier.

Dalam pemaparannya, Safril mengajak mahasiswa untuk mulai merancang masa depan sejak dini. Menurutnya, untuk mencapai cita-cita seperti menjadi desainer, pengusaha, entrepreneur, atau profesi lainnya, tidak ada jalan instan. Kesuksesan membutuhkan proses panjang, perencanaan yang matang, serta pengelolaan hidup secara sadar dan strategis.

Ia menekankan bahwa saat ini generasi muda hidup di era disrupsi yang ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, termasuk kecerdasan buatan (AI). Oleh karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan berbagai kemampuan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Mengutip laporan Future of Jobs dari World Economic Forum, Safril menyebutkan bahwa kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta problem solving menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan seseorang di era digital. Karena itu, menurutnya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh nilai indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi juga oleh kemampuan mengelola kehidupan secara terarah.

“Jangan sampai kita hanya belajar tanpa tujuan, tanpa keterampilan, dan tanpa perencanaan yang jelas. Jika hidup tidak dikelola dengan baik, seseorang bisa mengalami kebingungan arah, kemalasan, distraksi, hingga kehilangan potensi yang dimilikinya,” ujarnya.

Sebaliknya, lanjut Safril, seseorang yang mampu mengelola kehidupannya dengan baik akan memiliki produktivitas tinggi, disiplin, perkembangan diri yang jelas, serta kesiapan menghadapi masa depan.

Ia juga menekankan bahwa langkah awal dalam mengelola kehidupan adalah dengan memperkuat keimanan. Menurutnya, iman menjadi fondasi utama dalam menentukan arah hidup seseorang.

“Perbaiki sholatmu, maka Allah akan memperbaiki hidupmu. Jaga sholatmu, maka Allah akan menjaga hidupmu. Bawalah Al-Qur’an ke mana-mana, maka Al-Qur’an akan membawamu ke mana pun,” pesannya.

Safril menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang mampu menuntun manusia menuju masa depan yang lebih baik. Ia mengajak mahasiswa untuk memperkuat interaksi dengan Al-Qur’an, memperbaiki kualitas ibadah, bersedekah, memperbanyak puasa, serta melakukan perubahan diri menuju kebaikan.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran diri dalam menentukan tujuan hidup. Mahasiswa didorong untuk bertanya pada diri sendiri mengenai tujuan, impian, serta kontribusi yang ingin diberikan bagi masyarakat.

Safril turut berbagi pengalaman saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Halu Oleo. Ia mengaku pernah diminta menuliskan sedikitnya 10 tujuan hidup yang ingin dicapai setelah menyelesaikan studi. Dari berbagai impian tersebut, hampir seluruhnya berhasil ia wujudkan.

“Dari semua yang saya tulis, hanya satu yang belum terwujud, yaitu menjadi Menteri Agama,” katanya yang disambut tawa para mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Safril juga memaparkan sejumlah keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi muda saat ini. Di antaranya kemampuan digital seperti penggunaan AI, Canva, dan CapCut; kemampuan komunikasi seperti public speaking dan storytelling; kemampuan kepemimpinan seperti manajemen waktu, berpikir kritis, dan problem solving; serta literasi keuangan yang mencakup pengelolaan uang, menabung, dan investasi.

Ia juga membagikan sejumlah tips untuk menjadi mahasiswa berprestasi, di antaranya membiasakan belajar secara konsisten, membaca buku atau artikel setiap hari, memahami materi sebelum perkuliahan, aktif di kelas, mencatat materi kuliah, membentuk kelompok belajar, aktif berorganisasi, mengikuti berbagai kompetisi, mengembangkan keterampilan yang relevan, serta membangun jaringan atau relasi yang luas.

Menurut Safril, kombinasi antara keimanan yang kuat, perencanaan hidup yang matang, serta pengembangan keterampilan yang tepat akan membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|