200 Mahasiswa UHO Ikuti Pelatihan Perkoperasian, Awali Pembentukan Koperasi Mahasiswa

13 hours ago 6

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Upaya memperkuat budaya kewirausahaan mahasiswa terus dilakukan Universitas Halu Oleo (UHO). Melalui UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa (PK2M), kampus tersebut menggelar Pelatihan Pengelolaan Koperasi Mahasiswa 2026 di Sahid Azizah Syariah Hotel and Convention Kendari, Senin (22/6/2026).

Kegiatan yang diikuti mahasiswa dari seluruh fakultas dan jurusan itu merupakan bagian dari program berkelanjutan UPA PK2M dalam mendorong pengembangan kewirausahaan di lingkungan kampus. Pelatihan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi koperasi dan pemerintah untuk memperkenalkan tata kelola koperasi yang profesional.

Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidang perkoperasian, yakni Audito Aji Anugrah, S.E., M.M., Ak., Kepala Riset dan Manajemen Pengetahuan Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI), serta Mohammad Thohir, S.P., M.Si., Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tenggara. Keduanya berbagi materi terkait tata kelola koperasi modern, strategi pengembangan usaha, hingga peluang koperasi sebagai penggerak ekonomi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.

Kepala UPA PK2M UHO, Lade Sirjon, S.H., LL.M., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkenalkan konsep koperasi mahasiswa yang ke depan direncanakan akan dibentuk di lingkungan UHO.

Menurutnya, koperasi mahasiswa nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemasaran produk usaha mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan pengembangan ide-ide bisnis yang lahir dari kalangan mahasiswa.

“Tujuan kegiatan hari ini adalah memperkenalkan kepada mahasiswa tentang koperasi mahasiswa. Koperasi ini nantinya dikelola oleh mahasiswa dan menjadi wadah bagi pengembangan usaha serta pemasaran produk-produk yang dihasilkan mahasiswa,” ujar Lade Sirjon.

Ia menjelaskan, konsep koperasi mahasiswa tersebut merujuk pada praktik yang telah diterapkan di sejumlah perguruan tinggi besar di Indonesia. Produk-produk kewirausahaan mahasiswa yang telah berkembang akan diperkenalkan dan dipasarkan melalui koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi mahasiswa.

Selain berfungsi sebagai sarana pemasaran, koperasi juga dirancang menjadi inkubator bisnis yang membantu mahasiswa mengembangkan gagasan usaha sejak tahap awal hingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Lade mengungkapkan, antusiasme mahasiswa terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Dari target 200 peserta yang ditetapkan panitia, seluruh kuota berhasil terpenuhi berdasarkan data registrasi peserta.

“Alhamdulillah target peserta tercapai. Sebanyak 200 mahasiswa telah melakukan registrasi dan mengikuti pelatihan ini,” katanya.

Ia menambahkan, pembentukan koperasi mahasiswa masih akan diusulkan kepada pihak rektorat untuk mendapatkan persetujuan. UPA PK2M berharap proses tersebut dapat segera terealisasi sehingga koperasi dapat mulai beroperasi sebagai wadah pengembangan usaha mahasiswa.

Lade juga menyinggung program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha Indonesia (PMWI) yang sebelumnya telah dilaksanakan kampus. Pada program tersebut, terdapat sekitar 100 proposal usaha mahasiswa yang diajukan, namun hanya 14 proposal yang berhasil memperoleh dukungan pendanaan karena keterbatasan anggaran.

Ke-14 kelompok usaha mahasiswa yang menerima bantuan modal tersebut diharapkan dapat memanfaatkan koperasi sebagai sarana pemasaran produk. Bahkan ke depan, koperasi direncanakan dapat memfasilitasi penjualan produk secara daring maupun luring di lingkungan kampus.

“Koperasi mahasiswa nantinya menjadi wadah untuk memperkenalkan, memasarkan, dan mengembangkan produk mahasiswa. Harapannya, ide dan gagasan kewirausahaan mahasiswa bisa terus bertumbuh, sementara kampus menjadi pasar sekaligus ruang pembelajaran bagi lahirnya wirausahawan muda,” tutupnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|