SULTRAKINI.COM: KOLAKA-Didampingi Kapolda Sulawesi Tenggara, Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati Kolaka, Bupati Konawe, Bupati Buton Tengah, serta Sekda Kabupaten Kolaka Timur, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. melakukan kunjungan kerja di wilayah Sulawesi Tenggara.
Dalam kunjungan tersebut, Wakapolri meresmikan 17 jembatan perintis, termasuk dua jembatan utama bernama “Dhira Brata” yang berlokasi di Desa Sabilambo, Kabupaten Kolaka, dan Desa Silui, Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur. Selain itu, dilakukan pula penyerahan hibah lahan Mako Brimob serta penyerahan kunci perumahan subsidi bagi PNPP.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa peresmian ini merupakan implementasi instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan jembatan perintis guna membuka akses wilayah, mempercepat konektivitas, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan jembatan perintis yang diwujudkan Polri di Polda Sulawesi Tenggara merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, khususnya di wilayah yang membutuhkan akses transportasi yang lebih baik maupun daerah dengan tingkat kerawanan tertentu,” kata Wakapolri.
Ia menambahkan, pembangunan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara Polri dan masyarakat dengan semangat gotong royong, serta dukungan konsultasi konstruksi profesional guna memastikan keamanan dan keberlanjutan infrastruktur.
“Pembangunan ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa akses masyarakat tidak lagi terhambat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah,” ujarnya.
Selain dua jembatan di Kolaka dan Kolaka Timur, terdapat 15 titik jembatan lain yang telah dipetakan oleh Polres jajaran untuk dilakukan pembangunan dan perbaikan, yaitu:
Polres Konsel: 1 titik (Desa Amohola, Kecamatan Moramo)
Polres Butur: 2 titik (Desa Kotawo dan Desa Marga Karya, Kecamatan Kulisusu Barat)
Polres Bombana: 1 titik (Desa Tampabulu, Kecamatan Poleang Utara)
Polres Konut
Polres Kolut (Kecamatan Tiwu)
Polres Muna: 2 titik (Desa Kusambi, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat dan Desa Bone-Bone, Kecamatan Batukara, Kabupaten Muna)
Polres Koltim: 1 titik (Desa Woikondo, Kecamatan Loea)
Polres Konawe: 1 titik (Desa Lambukoni, Kecamatan Wonggeduku)
Polres Buteng: 1 titik (Desa Gundu, Kecamatan Mawasangka Tengah)
Polres Buton: 3 titik (Desa Sumber Sari dan Desa Bonelalo, Kecamatan Lasalimu)
Ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan perintis ini sejalan dengan arahan Presiden dalam membangun infrastruktur yang adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia.
“Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki karakter geografis yang penuh potensi sekaligus risiko bencana. Oleh karena itu, kita harus membangun infrastruktur yang Nyata dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah,” tegasnya.
Peresmian 17 jembatan perintis di Sulawesi Tenggara, termasuk dua jembatan “Dhira Brata”, menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menjalankan instruksi Presiden untuk menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung serta memastikan akses masyarakat semakin terbantu.
Usai peresmian jembatan, rombongan bertolak menuju lokasi hibah lahan Mako Brimob di Desa Lamedai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka.
Adapun hibah lahan yang diterima Polri berasal dari pemerintah daerah dan pihak swasta, dengan rincian sebagai berikut:
Kabupaten Kolaka: 10 hektare dari PT IPIP di Desa Lamedai, Kecamatan Tanggetada (Mako Batalyon C Pelopor)
Kabupaten Konawe: 8 hektare dari Pemda Konawe di Desa Silea, Kecamatan Onembute (Mako Kompi 3 Batalyon C Pelopor)
Kabupaten Buton Tengah: 10 hektare dari Pemda Buton Tengah di Desa Wakabanguna, Kecamatan Mawasangka (Mako Kompi 3 Batalyon B Pelopor)
Pembangunan Mako Brimob ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kehadiran negara, khususnya dalam menjaga keamanan masyarakat serta mendukung proyek-proyek pembangunan nasional di daerah.
“Hibah lahan ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan Mako Brimob guna memperkuat kehadiran negara dalam menjamin keamanan dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat sekitar, sekaligus mendukung pengamanan Proyek Strategis Nasional di wilayah Kolaka, Sulawesi Tenggara,” tegas Wakapolri.
Wakapolri juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung iklim investasi di daerah.
“Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan dunia usaha adalah kunci. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat memastikan pembangunan berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Polri akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan keamanan yang kondusif serta mendukung percepatan pembangunan nasional di berbagai daerah.
Laporan: Anti

8 hours ago
5

















































