SULTRAKINI.COM: KENDARI – Upaya Universitas Halu Oleo (UHO) membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sendiri terus menunjukkan progres. Setelah mengikuti pelatihan selama empat hari, sebanyak 24 peserta kini memasuki tahapan akhir berupa Ujian Asesor Kompetensi yang digelar di Hotel Same Boutique Kendari, Jumat (5/6/2026).
Ujian tersebut menjadi penentu bagi para peserta untuk memperoleh status kompeten sebagai asesor. Kelulusan mereka menjadi salah satu syarat penting dalam mendukung pembentukan LSP UHO yang tengah dipersiapkan.
Kepala UPA Layanan Uji Kompetensi UHO, Deniyatno, S.Si., M.T., mengatakan pelaksanaan ujian ini merupakan rangkaian akhir dari program pelatihan asesor kompetensi yang telah berlangsung sejak awal pekan.
Menurutnya, para peserta sebelumnya telah mendapatkan pembekalan intensif dari Master Asesor BNSP selama empat hari sebelum mengikuti proses asesmen kompetensi.
Deniyatno menjelaskan, seluruh peserta yang mengikuti ujian berasal dari tujuh fakultas di lingkungan UHO yang telah memenuhi syarat untuk menjadi calon asesor kompetensi.
Ia menambahkan, proses asesmen dilakukan secara ketat dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai lembaga yang berwenang dalam sertifikasi kompetensi di Indonesia.
“Yang melakukan seleksi sendiri dari pihak Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan pengujinya sendiri ada dua orang,” ujar Deniyatno.
Ia menjelaskan, penguji yang bertugas dalam asesmen tersebut berbeda dengan narasumber yang memberikan pelatihan kepada peserta selama empat hari sebelumnya.
“Pengujinya ini berbeda dengan narasumber yang memberikan pelatihan. Sekarang ini sementara berlangsung, dan sebentar peserta yang bersangkutan akan dinyatakan kompeten atau tidak kompeten,” katanya.
Menurut Deniyatno, hasil asesmen akan menentukan apakah peserta layak memperoleh sertifikat kompetensi asesor. Jika dinyatakan kompeten, mereka nantinya dapat menjalankan tugas sebagai asesor dalam berbagai skema sertifikasi kompetensi.
“Ketika peserta asesmen kompetensi ini dinyatakan lulus, maka mereka bisa menerapkan dan mengaplikasikan kompetensinya sebagai asesor sesuai bidang masing-masing,” jelasnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat dinyatakan kompeten sehingga dapat memperkuat kesiapan UHO dalam menghadirkan LSP sendiri yang melayani sertifikasi bagi mahasiswa maupun alumni.
“Harapannya semua peserta ini bisa lulus menjadi asesor dan kompeten menjadi asesor sehingga bisa menjadi bagian dari pembentukan LSP UHO,” ungkapnya.
Keberadaan asesor kompetensi yang tersertifikasi menjadi salah satu komponen utama dalam pembentukan LSP. Karena itu, keberhasilan peserta dalam ujian ini akan menjadi modal penting bagi UHO untuk melanjutkan proses pengajuan lisensi LSP kepada BNSP.
Melalui pembentukan LSP, UHO menargetkan lulusannya tidak hanya memiliki ijazah akademik, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing alumni UHO di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Laporan: Andi Mahfud

11 hours ago
8

















































