Universitas Halu Oleo Inovasikan Media Tanam dan Pupuk Organik dari Limbah Perkotaan, Mendukung Gerakan Kendari Berkebun

1 week ago 21
Tim dosen Fakultas Pertanian bersama mahasiswa dan masyarakat berfoto bersama setelah melaksanakan PKM dengan menerapkan inovasi media tanam dan pupuk organik dari limbah perkotaan di Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Melalui program KKN Tematik di Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

SULTRAKINI.COM: KENDARI — Sebagai bagian dari komitmen pengabdian masyarakat dan pemberdayaan lingkungan, Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menunjukkan kiprahnya dalam pelaksanaan KKN Tematik. Kali ini, tim dosen dan mahasiswa UHO melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik bertajuk “Pemanfaatan Limbah Perkotaan sebagai Bahan Pembenah untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian Urban” di Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Program ini bertujuan mendorong partisipasi masyarakat Kecamatan Poasia dalam pengelolaan limbah domestik dan limbah organik kota, sekaligus memfasilitasi gerakan berkebun di halaman rumah atau lahan sempit melalui penggunaan media tanam serta pupuk organik yang berasal dari limbah perkotaan.

Ketua Tim Dosen Fakultas Pertanian UHO, Dr. Syamsu Alam, S.P., M.Sc., menjadi pemateri dalam sosialisasi PKM “Pemanfaatan Limbah Perkotaan sebagai Bahan Pembenah untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian Urban” di Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Ketua Tim, Dr. Syamsu Alam, S.P., M.Sc., menjelaskan bahwa wilayah Kecamatan Poasia sebagai bagian dari kawasan perkotaan Kota Kendari memiliki permasalahan lingkungan akibat penumpukan limbah organik rumah tangga yang belum tertangani dengan baik. Kondisi tersebut mendorong tim KKN Tematik UHO berinovasi mengolah limbah plastik menjadi media tanam dan limbah organik menjadi pupuk alami yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Melalui inovasi media tanam dan pupuk organik dari limbah perkotaan, kami berupaya memberikan solusi nyata terhadap permasalahan sampah sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih produktif dalam bercocok tanam di lingkungan perkotaan,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung pada 12 September hingga 12 Oktober 2025 ini melibatkan 15 mahasiswa dari Jurusan Ilmu Tanah, Penyuluhan Pertanian, Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Lingkungan. Mereka bekerja sama dengan pemerintah kecamatan serta warga setempat dalam proses sosialisasi, pelatihan, hingga pembuatan media tanam dan pupuk organik dari limbah rumah tangga. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan cara mengolah sampah menjadi produk bermanfaat, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung gerakan Kendari Berkebun secara mandiri dan berkelanjutan.

“Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat diajak tidak hanya memanfaatkan hasil olahan limbah, tetapi juga aktif mengolah dan mempraktikkan inovasi media tanam serta pupuk organik dalam kegiatan berkebun,” jelas Ibu Arsy Aysyah Anas, S.P., M.P., salah satu dosen pendamping.

Hasil kegiatan ini berupa produk inovatif media tanam dan pupuk organik, seperti Biochar, POC, dan Bokashi dari limbah rumah tangga, yang kemudian dibagikan kepada masyarakat melalui Pemerintah Kecamatan Poasia. Inovasi tersebut menjadi proyek percontohan yang diharapkan dapat diterapkan secara luas untuk mendukung gerakan Kendari Berkebun sekaligus mengurangi volume sampah di wilayah perkotaan.

Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Poasia, Hj. Samsiah Dahri, S.Pt., menyampaikan apresiasinya atas kontribusi tim UHO yang telah membantu masyarakat memahami pentingnya pengelolaan limbah secara produktif.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal bagi terciptanya lingkungan kota yang hijau, bersih, dan berdaya guna,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UHO menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah perkotaan serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan kota yang produktif dan ramah lingkungan.

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|