UHO Kumpulkan 249 Peneliti dan Pengabdi dalam Monev Internal 2025

1 week ago 17
Gambar: Humas Universitas Halu Oleo.

SULTRAKINI.COM: KENDARI- UHO kembali lagi melakukan gebrakan baru dalam peningkatan mutu riset dan pengabdian dengan menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Internal Tahun 2025 di Hotel Horison Kendari. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, SP., MP.

Dalam sambutannya, Prof. Santiaji menegaskan bahwa penjaminan mutu dalam penelitian dan pengabdian merupakan komponen yang sangat krusial. Ia menyoroti bahwa tahapan evaluasi, pengendalian, dan peningkatan harus berjalan berkesinambungan agar hasil penelitian selaras dengan kontrak kegiatan dan visi misi universitas. Menurutnya, siklus penjaminan mutu yang baik akan memudahkan perguruan tinggi dalam menyusun dokumen akreditasi serta meningkatkan kredibilitas lembaga di tingkat nasional.

“Biasanya kalau masih masuk evaluasi, itu masih aman. Tetapi ketika sudah masuk review proposal dan pelaksanaan, lalu kita evaluasi, di situ sering terjadi hambatan. Karena itu tahap pengendalian dan peningkatan harus benar-benar disiapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesesuaian output penelitian dengan kontrak kegiatan maupun dengan visi misi UHO merupakan indikator penting keberhasilan. Hal ini juga memudahkan penyusunan dokumen akreditasi karena siklus penjaminan mutu telah berjalan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih lanjut, Prof. Santiaji menjelaskan bahwa saat ini kementerian tengah mendorong paradigma “Diktisaintek Berdampak”, yaitu sains dan teknologi yang memberi pengaruh nyata bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi harus menjadi penggerak ekonomi. Artinya, hasil penelitian—baik berupa paten maupun teknologi tepat guna—harus mampu memecahkan masalah masyarakat, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan berdampak pada pendapatan mereka,” tegasnya.

Ketua Panitia, Dr. Muhaimin Hamzah, SP., M.Si, menjelaskan bahwa Monev merupakan tahapan wajib yang diatur dalam Buku Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025. LPPM UHO, kata dia, berkewajiban melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh kegiatan penelitian dan pengabdian yang dibiayai pendanaan internal.

“Monev berfungsi memastikan standar mutu tercapai melalui pengamatan dan penilaian. Kontrak telah dibuat antara LPPM dengan ketua pelaksana kegiatan, sehingga pelaksanaannya harus sesuai rencana, anggaran, dan standar yang berlaku,” jelas Dr. Muhaimin.

Ia merinci bahwa tujuan kegiatan ini mencakup:

memastikan pelaksanaan sesuai rencana dan jadwal;

meningkatkan transparansi dan akuntabilitas;

serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program.

Selain itu, Monev diharapkan tidak hanya memperbaiki output akademik, tetapi juga meningkatkan kontribusi langsung kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

249 Peserta Ikut, 61 Reviewer Dilibatkan

Kegiatan yang berlangsung sehari penuh (fullday) ini dilaksanakan di Hotel Horison Kendari. Pembukaan dan penutupan dipusatkan di Ballroom, sementara sesi review dibagi dalam lima ruangan, termasuk Ballroom.

Total peserta mencapai 249 orang, terdiri dari:

Penelitian Dasar Internal: 29 peserta

Penelitian Dosen Pemula Internal: 60 peserta

Pengabdian Kemitraan Masyarakat: 79 peserta

Pengabdian Terintegrasi KKN Tematik: 75 peserta

Program PkM Batch III BOPTN–DPPM 2025: 6 peserta

Untuk menjamin objektivitas penilaian, panitia melibatkan 61 reviewer internal. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber nasional, Prof. Amin Fatoni, Ph.D, Guru Besar dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), yang memberikan penguatan terkait kualitas riset dan tata kelola pengabdian.

Sebagai penutup, pihak UHO berharap kegiatan Monev ini menjadi fondasi kuat untuk mempercepat pencapaian target riset universitas di tingkat nasional maupun internasional. Dengan kolaborasi yang solid antara pimpinan, peneliti, reviewer, dan lembaga mitra, UHO optimis dapat menghasilkan karya ilmiah yang lebih inovatif, berdampak, serta mampu memperkuat posisi universitas sebagai pusat penelitian unggulan di Kawasan Indonesia Timur.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|