SULTRAKINI.COM: KENDARI – Tiga mahasiswa Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo (UHO) berhasil mengharumkan nama kampus di tingkat nasional setelah meraih Juara 1 Lomba Esai Nasional pada ajang Pekan Ilmiah Akuakultur 2026.
Kompetisi bergengsi tersebut berlangsung di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Kabupaten Majene, pada 5–6 Mei 2026 dan diikuti berbagai perguruan tinggi ternama dari seluruh Indonesia.
Tim mahasiswa UHO terdiri dari Jabal Nur, Ananda, dan Ni Wayan Juliantari. Dalam kompetisi itu, mereka mengangkat tema “Inovasi Teknologi Budidaya Perikanan Berkelanjutan Berbasis Internet of Things (IoT)”.
Salah satu anggota tim, Jabal Nur, menjelaskan bahwa inovasi yang mereka tawarkan bertujuan merevolusi sistem budidaya perikanan menjadi lebih modern, efisien, dan presisi melalui pemanfaatan teknologi IoT.
“Inovasi utama yang kami tawarkan meliputi pemberian pakan otomatis, aerasi cerdas, serta pemantauan kualitas air secara real-time,” ujar Jabal Nur saat diwawancarai, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, teknologi IoT sangat penting diterapkan dalam sektor budidaya perikanan karena mampu membantu proses pemantauan dan pengelolaan tambak secara lebih efektif. Sistem otomatis tersebut dinilai dapat mengurangi risiko gagal panen melalui kontrol kualitas air dan pemberian pakan yang lebih terukur.
Dalam proses persiapan lomba, tim membagi tugas penulisan esai sesuai kemampuan masing-masing anggota. Setelah dinyatakan lolos sebagai finalis, mereka semakin mematangkan persiapan dengan memperdalam literatur dan menyusun bahan presentasi.
“Setelah judul kami tentukan, pembuatan esai dilakukan berdasarkan pembagian tugas masing-masing tim. Sambil menunggu pengumuman finalis, kami juga mempersiapkan bahan presentasi dan membaca berbagai literatur terkait untuk memperkuat materi yang kami sajikan,” jelasnya.
Meski berhasil meraih prestasi membanggakan, perjalanan mereka tidak lepas dari berbagai tantangan. Jabal menyebut keterbatasan waktu, manajemen jadwal, hingga minimnya literatur akademik menjadi kendala utama selama proses penyusunan karya ilmiah tersebut.
Namun, tantangan itu justru menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkembang dan menunjukkan kemampuan di tingkat nasional.
“Perasaan kami tentu sangat bangga karena berhasil membawa nama almamater unggul di kancah nasional. Apalagi kami berkompetisi dengan beberapa universitas ternama di Indonesia, sehingga ada rasa bangga tersendiri bagi kami,” ungkapnya.
Ke depan, tim tersebut berharap inovasi yang mereka gagas dapat terus dikembangkan menjadi sistem otomatisasi cerdas yang terintegrasi, aman, dan hemat energi sehingga mampu memberikan solusi praktis bagi berbagai sektor industri, khususnya perikanan.
Jabal juga memberikan pesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut mencoba dan berani keluar dari zona nyaman untuk meraih prestasi.
“Jangan takut untuk mencoba dan melangkah keluar dari zona nyaman, karena keberanian mengambil langkah pertama adalah kunci utama sebuah prestasi. Menang atau kalah bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk berkembang dan memperluas wawasan akademis,” katanya.
Ia menambahkan, terdapat prinsip yang selalu dipegangnya selama menjalani dunia perkuliahan.
“Ada universitas yang membesarkan mahasiswanya, dan ada mahasiswa yang membesarkan universitasnya. Saya memilih menjadi bagian yang membesarkan universitas,” tutupnya.
Laporan: Andi Mahfud

7 hours ago
5

















































