Temu Akbar SAINS XIV UHO, 780 Mahasiswa Baru Diajak Dekat dengan Al-Qur’an

10 hours ago 5

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Suasana Auditorium Mokodompit Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dipenuhi mahasiswa pada Minggu (13/9/2026). Mereka mengikuti Temu Akbar Mahasiswa Studi Al-Qur’an Intensif (SAINS) XIV yang menjadi awal rangkaian pembelajaran Al-Qur’an selama satu semester.

Kegiatan yang digelar Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Ulul Albaab UHO tersebut diikuti sekitar 780 mahasiswa. Program ini secara khusus menyasar mahasiswa UHO, terutama mahasiswa baru dan mahasiswa yang sedang memprogram mata kuliah Agama Islam.

Temu Akbar SAINS XIV mengusung tema “Wujudkan Generasi Qurani UHO Harapan & Kebanggaan Bangsa”. Kegiatan berlangsung di Auditorium Mokodompit UHO mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WITA.

Ketua Panitia SAINS XIV, M. Fajar, mengatakan program tersebut bertujuan mencetak generasi Qurani di lingkungan UHO sekaligus membantu memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan mahasiswa.

Menurutnya, tema yang diangkat memiliki keterkaitan dengan harapan terhadap masa depan bangsa. Generasi yang memiliki pemahaman Al-Qur’an diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya Generasi Qur’ani UHO tentunya sejalan dengan pemahaman dalam Al-Qur’an terkait harapan bangsa ke depan,” kata M. Fajar.

Ia menjelaskan, pelaksanaan SAINS XIV tidak mencakup seluruh jurusan dan fakultas di UHO. Hal itu disebabkan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang tersedia untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada seluruh mahasiswa.

Rangkaian program diawali dengan sosialisasi kepada mahasiswa peserta SAINS. Setelah itu, peserta mengikuti tes uji awal untuk mengklasifikasikan kemampuan bacaan dan menentukan kelompok belajar agar proses pembelajaran lebih efektif.

Tahapan berikutnya adalah Temu Akbar Mahasiswa SAINS sebagai kegiatan seremonial sekaligus momentum mempererat silaturahmi antarmahasiswa baru. Setelah itu, peserta mengikuti pembelajaran Al-Qur’an secara rutin setiap pekan selama satu semester.

Di akhir program, peserta akan menjalani tes uji akhir untuk melihat perkembangan sekaligus mengevaluasi hasil pembelajaran. Materi yang diberikan mencakup tajwid dan pengetahuan seputar Al-Qur’an.

Panitia berharap mahasiswa tidak mengikuti SAINS hanya untuk memenuhi nilai mata kuliah Agama Islam. Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an sekaligus melahirkan generasi yang nantinya mampu menjadi penerus pengajar Al-Qur’an di lingkungan kampus.

“Jangan menjadikan program ini sebatas mendapatkan nilai mata kuliah Agama saja. Harapannya, SAINS bisa menjadi langkah awal untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an dan menjadi penerus pengajar Al-Qur’an, khususnya di kampus UHO,” pungkasnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|