Takdir Saili: UHO Miliki 42 Guru Besar Pertanian Siap Dukung Program Strategis Pemerintah

6 days ago 31

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) menegaskan komitmennya untuk mendukung program pertanian dan kemandirian pangan nasional melalui penguatan riset, inovasi, serta kolaborasi akademik dengan pemerintah.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat UHO, Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si, saat mewakili Plh Rektor UHO dalam kuliah umum Menteri Pertanian Republik Indonesia sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., di Auditorium Mokodompit UHO, Sabtu (6/6/2026).

Kuliah umum bertajuk “Dari Kampus untuk Negeri: Penguatan Nilai Kebangsaan, Inovasi Pertanian, dan Kemandirian Pangan Nasional” hal tersebut berlangsung pada pagi hari dan dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, jajaran Forkopimda, Bupati, dosen, para dekan, pimpinan fakultas, serta ratusan mahasiswa UHO.

Dalam sambutannya, Prof. Takdir Saili menyampaikan permohonan maaf karena pimpinan universitas belum dapat hadir secara lengkap. Ia menjelaskan bahwa UHO saat ini masih berada dalam masa transisi kepemimpinan.

Menurutnya, Plt Rektor UHO sedang menjalankan ibadah haji, sementara Plh Rektor yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi berhalangan hadir karena sedang melaksanakan tugas di Mataram.

Meski demikian, Prof. Takdir menegaskan bahwa UHO tetap berkomitmen mendukung berbagai program strategis pemerintah, baik yang dijalankan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi maupun Kementerian Pertanian.

Ia menyebutkan UHO saat ini memiliki 14 fakultas dan satu program pascasarjana yang didukung sumber daya akademik yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

“Pada kesempatan ini perlu kami laporkan bahwa tekad Universitas Halu Oleo untuk menyukseskan semua program pemerintah, terutama Kementerian Pertanian, kami men-support sepenuhnya apa yang sudah dicanangkan,” ujar Prof. Takdir.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa jumlah guru besar di UHO saat ini telah mencapai 171 orang. Khusus di bidang pertanian, kampus hijau tersebut memiliki 42 guru besar yang siap mendukung pengembangan riset dan inovasi sektor pertanian.

“Khusus untuk pertanian saja, guru besar kami sudah mencapai 42 orang. Itu merupakan modal besar untuk kita bisa berkolaborasi ke depannya,” katanya.

Menurut Prof. Takdir, keberadaan puluhan guru besar tersebut menjadi kekuatan penting bagi UHO untuk berpartisipasi dalam berbagai penelitian yang berkaitan dengan pertanian, baik di Sulawesi Tenggara maupun pada tingkat nasional.

“Dengan kekuatan guru besar tersebut, insya Allah program penelitian yang berkaitan dengan pertanian, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara ataupun secara nasional, kami bisa berpartisipasi secara maksimal,” tambahnya.

Ia berharap kuliah umum yang disampaikan Menteri Pertanian dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UHO untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Melalui sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi, UHO optimistis dapat memberikan kontribusi nyata dalam menghasilkan inovasi, riset, dan sumber daya manusia yang mampu mendukung terwujudnya kemandirian pangan nasional.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|