Stella Christie Tinjau SMA Unggul Garuda Sultra, Asrama dan Rumah Guru Hampir Rampung

1 week ago 28

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melakukan kunjungan di Sulawesi Tenggara untuk memastikan pembangunan SMA Unggul Garuda Sulawesi Tenggara (Sultra) di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, terus berjalan sesuai target. Usai meninjau langsung progres pembangunan sekolah unggulan nasional tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, Ph.D., menyebut progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Hal itu disampaikannya dalam wawancara di The Harbour Cafe & Resto, Kendari, Jumat (5/6/2026).

Hal tersebut disampaikan Prof. Stella Christie, Ph.D. usai meninjau langsung progres pembangunan SMA Unggul Garuda Sultra. Menurutnya, seluruh proses seleksi siswa telah selesai dilaksanakan, termasuk penetapan tenaga pendidik dan kepala sekolah yang akan bertugas saat sekolah mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027.

“Yang akan beroperasi tahun ajaran 2026-2027 semuanya sudah dipilih. Siswanya sudah dipilih, gurunya sudah dipilih, termasuk dua kepala sekolah,” ujar Stella.

Ia mengungkapkan, pembangunan sekolah unggulan tersebut berjalan sesuai jadwal meski menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi geoteknik lokasi pembangunan hingga kenaikan harga bahan bakar dan material konstruksi.

“Kita membangunnya tepat waktu walaupun di tengah keadaan geoteknik yang cukup sulit, harga minyak dan bahan baku yang juga menantang. Namun kerja keras yang dilakukan luar biasa dan kita optimistis bisa menerima siswa pada tahun ajaran ini,” katanya.

Berdasarkan hasil peninjauan terakhir, progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 60 persen. Meski demikian, sebagian besar pekerjaan yang tersisa merupakan tahap penyelesaian atau finishing.

“Sekitar 60 persen rata-rata progres pembangunan. Namun 40 persen sisanya kebanyakan pekerjaan finishing. Ada bangunan yang progresnya sudah lebih tinggi dan ada yang masih di bawah rata-rata,” jelasnya.

Stella menambahkan, sejumlah fasilitas utama bahkan sudah hampir rampung. Bangunan sekolah inti, asrama putra, rumah guru, hingga rumah kepala sekolah menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Kalau dilihat di lapangan sebenarnya sudah hampir jadi. Bahkan ada rumah guru yang progresnya sudah mendekati 90 persen,” ungkapnya.

Terkait penerimaan peserta didik, Stella menjelaskan bahwa sistem seleksi siswa SMA Unggul Garuda Sultra berbeda dengan sekolah pada umumnya karena dilakukan secara nasional oleh Kemdiktisaintek.

Menurutnya, penerimaan siswa tidak menggunakan sistem zonasi, melainkan mengutamakan prestasi akademik dengan mempertimbangkan aspek pemerataan akses pendidikan.

“Seleksinya dibuka untuk seluruh Indonesia dan berdasarkan prestasi akademik. Selain itu ada tambahan poin bagi siswa dari keluarga kurang mampu serta poin geografis bagi peserta yang berasal dari daerah lokasi Sekolah Garuda maupun wilayah 3T,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa program SMA Unggul Garuda merupakan upaya pemerintah membuka akses pendidikan berkualitas bagi putra-putri terbaik bangsa, khususnya mereka yang memiliki kemampuan akademik tinggi namun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Bapak Presiden ingin memberikan akses kepada siswa-siswa terbaik Indonesia yang selama ini mungkin terkendala faktor ekonomi untuk memperoleh pendidikan menengah dengan kualitas terbaik,” katanya.

Melalui program tersebut, seluruh siswa akan mendapatkan dukungan pendidikan secara penuh dan dipersiapkan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi unggulan dunia.

“Ini mungkin pertama kalinya dalam sejarah Indonesia membangun sekolah negeri dengan standar akademik terbaik dan memberikan pembiayaan penuh kepada siswa agar mereka siap bersaing masuk perguruan tinggi terbaik di dunia,” ujarnya.

Stella juga menjelaskan bahwa program Sekolah Garuda terdiri atas dua skema, yakni Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi. Menurutnya, pemerintah tidak hanya membangun sekolah baru, tetapi juga melakukan transformasi terhadap sekolah-sekolah yang telah ada.

“Tahun lalu ada 12 Sekolah Garuda Transformasi dan tahun ini bertambah 30 sekolah lagi. Hasilnya sudah terlihat karena ada siswa yang diterima di Oxford, Berkeley, hingga Northwestern University,” ungkapnya.

Selain berfokus pada prestasi akademik, SMA Unggul Garuda juga dirancang untuk melahirkan calon pemimpin masa depan yang memiliki wawasan global sekaligus memahami keberagaman Indonesia.

“Kami memiliki slogan ‘Wawasan Global, Kepekaan Lokal’. Siswa dari Aceh, Papua, Sulawesi, dan berbagai daerah lainnya akan belajar bersama, saling mengenal, serta memahami keberagaman Indonesia,” tutup Stella.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|