SULTRAKINI.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 sebagai upaya mematangkan strategi dan rencana kerja tahunan. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Claro Kendari sejak Senin, 12 Januari 2026 hingga Rabu, 14 Januari 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M., menegaskan bahwa Raker 2026 merupakan agenda krusial yang akan menentukan arah kinerja universitas selama satu tahun ke depan. Karena itu, ia mewajibkan seluruh unsur pimpinan hadir secara luring agar pembahasan program kerja dapat berlangsung secara komprehensif.
“Tiga hari ini akan sangat menentukan kinerja universitas selama satu tahun ke depan. Oleh karena itu, saya menekankan kepada seluruh pimpinan di UHO agar hadir secara langsung, kecuali terdapat agenda lain yang benar-benar lebih penting,” ujar Herman, Senin (12/1/2026).
Pada hari ketiga pelaksanaan Raker, Selasa (13/1/2026), agenda difokuskan pada pemaparan laporan kinerja tahun 2025, rencana kinerja tahun 2026, serta program kerja tahun 2027 dari sembilan fakultas.

Sesi pagi diawali dengan pemaparan dari:
Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA),
Dekan Fakultas Teknik,
Dekan Fakultas Hukum,
Dekan Fakultas Perikanan.
Sementara sesi siang hingga sore dilanjutkan oleh:
Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan,
Fakultas Ilmu Budaya (FIB),
Fakultas Pascasarjana,
Fakultas Peternakan,
Fakultas Kesehatan Masyarakat (Kesmas).
Dalam keterangannya, Plt Rektor UHO menjelaskan bahwa rapat kinerja ini memberi ruang bagi pimpinan unit untuk mempresentasikan capaian, kendala, serta strategi antisipasi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi.
“Rapat kinerja ini merupakan bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada pimpinan unit untuk mempresentasikan kinerjanya, baik yang telah dilalui tahun lalu, rencana tahun ini, maupun tahun berikutnya. Selama ini mereka hanya diberi target, tetapi tidak mempresentasikan. Sekarang kita ingin mengetahui di mana letak permasalahannya dan bagaimana langkah antisipasi yang dilakukan,” jelas Herman.
Herman mengakui bahwa dalam pemaparan tersebut masih terdapat sejumlah program kerja yang belum tercapai atau masuk kategori “merah”. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian penting dari proses evaluasi.
“Memang ada beberapa program yang tidak tercapai. Itu yang perlu dipertanyakan, apa masalahnya dan mengapa target tersebut tidak bisa dicapai. Tadi sudah disampaikan berbagai alasan, dan saya kira ke depan mereka telah mengantisipasi dengan baik agar tidak terulang,” ujarnya.
Dalam Raker 2026 ini, UHO juga menetapkan lima fakultas terbaik berdasarkan capaian kinerja. Penilaian tersebut diumumkan dalam bentuk peringkat sebagai bagian dari sistem placement.
Selain pengumuman peringkat, universitas juga memberikan tambahan anggaran sebagai bentuk reward, yakni:
Peringkat pertama: Rp500 miliar,
Peringkat kedua: Rp400 miliar,
Peringkat ketiga: Rp300 miliar,
Peringkat keempat: Rp200 miliar,
Peringkat kelima: Rp100 miliar.
“Kita umumkan peringkatnya saja. Itu sudah menjadi bagian dari placement. Bagi yang masih berada di bawah, ini diharapkan menjadi motivasi untuk berpacu meningkatkan kinerja,” tambah Herman.
Sebelumnya, pada hari pertama Raker yang digelar 12 Januari 2026, pemaparan kinerja dan rencana kerja disampaikan oleh tiga fakultas, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Pertanian, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Raker 2026 ini diharapkan menjadi momentum penguatan tata kelola, peningkatan kinerja, serta perencanaan strategis Universitas Halu Oleo dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan.
Laporan: Andi Mahfud

2 weeks ago
27
















































