PT KDI Fokus Penanganan Longsor dan Evakuasi, Siap Dukung Proses Investigasi

7 hours ago 4

SULTRAKINI.COM: KONAWE UTARA – PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) menyampaikan sikap terkait musibah longsor yang terjadi di area operasional perusahaan di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara.

Perusahaan menyatakan saat ini fokus pada penanganan pekerja yang terdampak, proses pencarian dan evakuasi, serta komunikasi dengan keluarga pekerja. PT KDI juga memastikan akan mendukung proses investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang.

Kuasa Hukum sekaligus Juru Bicara PT KDI, Didit Hariadi, S.H., S.Sos., CMLC., menyampaikan belasungkawa kepada para pekerja yang terdampak dan keluarga mereka.

“Atas nama manajemen PT KDI, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para pekerja yang terdampak dan keluarga mereka,” kata Didit dalam keterangannya.

Menurut Didit, setelah memperoleh informasi mengenai kejadian tersebut, perusahaan langsung mengambil langkah penanganan dan mendukung proses pencarian, evakuasi, serta identifikasi korban.

Saat ini, kata dia, perusahaan memprioritaskan penanganan korban sekaligus memastikan komunikasi dengan keluarga pekerja tetap berjalan.

“Kami mengimbau semua pihak untuk tidak mendahului proses identifikasi resmi. Informasi mengenai jumlah maupun identitas korban harus dipastikan terlebih dahulu melalui proses yang dilakukan oleh pihak berwenang,” ujarnya.

Terkait berbagai informasi yang beredar mengenai kondisi sejumlah pekerja yang terdampak longsor, termasuk kabar mengenai korban meninggal dunia maupun pekerja yang berhasil selamat, Didit meminta masyarakat menunggu hasil evakuasi dan identifikasi resmi.

Dia juga menanggapi beredarnya video yang memuat keterangan seseorang mengenai kronologi kejadian. Menurut Didit, informasi yang disampaikan dalam video tersebut merupakan keterangan dari lapangan yang masih perlu diverifikasi.

“Kami menghormati setiap keterangan yang disampaikan oleh saksi di lapangan. Namun, keterangan dalam sebuah rekaman video tidak serta-merta dapat dijadikan sebagai kesimpulan final mengenai kronologi maupun penyebab kecelakaan,” katanya.

Didit menjelaskan, untuk mengetahui penyebab kejadian secara utuh diperlukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai aspek, mulai dari kondisi lapangan, keterangan saksi, aspek teknis hingga dokumen terkait dan hasil pemeriksaan instansi berwenang.

“Karena itu, kami menyerahkan penentuan fakta dan penyebab kejadian kepada proses investigasi yang objektif dan profesional,” ujarnya.

Mengenai penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja, Didit mengatakan perusahaan tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum proses pemeriksaan selesai.

Menurut dia, setiap temuan nantinya perlu diuji berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan di lapangan.

“Apakah terdapat pelanggaran SOP atau tidak, tidak tepat jika disimpulkan berdasarkan informasi sepihak. Hal tersebut harus diuji berdasarkan fakta, dokumen, keterangan saksi, kondisi teknis di lapangan, serta hasil pemeriksaan pihak yang memiliki kewenangan,” kata Didit.

Dia memastikan PT KDI siap memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses pemeriksaan.

“PT KDI akan kooperatif dan memberikan informasi yang diperlukan sesuai ketentuan hukum. Kami tidak akan menghalangi proses pemeriksaan dan akan menghormati setiap tahapan investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang,” tegasnya.

Didit juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menyampaikan informasi, khususnya terkait identitas dan jumlah korban maupun penyebab kejadian yang belum terverifikasi.

Menurutnya, kehati-hatian diperlukan untuk menghormati keluarga pekerja yang terdampak sekaligus mencegah beredarnya informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Yang terpenting saat ini adalah penanganan korban, kepastian informasi bagi keluarga, serta memastikan seluruh proses berjalan secara profesional dan berdasarkan ketentuan hukum,” ujarnya.

PT KDI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi, termasuk pekerja, masyarakat, serta pihak terkait lainnya.

“Atas nama PT KDI, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para pekerja yang terdampak. Kami akan terus mengikuti proses penanganan, identifikasi, dan investigasi serta menghormati proses hukum yang berjalan,” pungkas Didit Hariadi.

Laporan: Riswan

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|