Pekan Literasi AI Pemilu, Mahasiswa Jurnalistik FISIP UHO Edukasi Pemilih Pemula di SMAN 10 Kendari

7 hours ago 3

SULTRAKINI.COM: KENDARI— Mahasiswa Program Studi Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar sosialisasi Pekan Literasi AI Pemilu dengan tema “Dari Viral ke Slopaganda” di SMAN 10 Kendari, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut bertujuan mengedukasi sekaligus meningkatkan kesadaran pemilih pemula agar tidak mudah terpengaruh oleh konten politik yang viral maupun konten yang sengaja dibuat untuk memancing emosi di era kecerdasan buatan (AI).

Sosialisasi berlangsung di kelas XI A2 setelah pelaksanaan upacara bendera, mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WITA. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 siswa yang menjadi bagian dari pemilih pemula.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya berpikir kritis ketika menerima maupun menyebarkan informasi politik di media sosial. Materi disampaikan oleh Nafsiyah, yang menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan AI membuat informasi dapat tersebar dengan cepat sehingga pemilih pemula perlu lebih berhati-hati dalam menyikapi konten yang beredar.

“Kita sebagai pemilih pemula di era AI harus lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh dengan konten yang tersebar di media sosial, apalagi kalau faktanya belum jelas,” jelas Nafsiah dalam penyampaian materi.

Salah satu materi utama yang dibahas adalah slopaganda, yaitu konten yang dibuat atau disebarkan secara massal dengan memanfaatkan teknologi, termasuk AI, yang dapat memengaruhi cara seseorang memandang suatu isu. Siswa diperkenalkan dengan ciri-ciri slopaganda, perbedaannya dengan hoaks, alasan pemilih pemula rentan terpengaruh, serta cara menghadapi dan menyikapi konten tersebut.

Untuk membantu siswa menghadapi informasi politik di media sosial, Nafsiah juga memperkenalkan slogan “SANTAI” sebagai langkah sederhana dalam menyaring informasi. SANTAI merupakan singkatan dari Stop sejenak, Amati sumbernya, Nilai konteksnya, Telusuri informasi, Amankan diri dari manipulasi, dan Informasikan dengan bijak.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pemilih pemula agar tidak langsung percaya, bereaksi, atau menyebarkan suatu informasi hanya karena informasi tersebut sedang viral. Siswa juga diarahkan untuk memeriksa sumber dan konteks informasi sebelum menentukan sikap terhadap suatu konten politik.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa Jurnalistik FISIP UHO untuk memperkenalkan literasi AI dan literasi informasi kepada pemilih pemula. Pemahaman tersebut dinilai penting karena media sosial menjadi salah satu ruang bagi masyarakat, termasuk generasi muda, untuk memperoleh dan menyebarkan informasi.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Jurnalistik FISIP UHO berharap pemilih pemula tidak hanya memahami perkembangan teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara baik dan bijak. Dengan kemampuan berpikir kritis dan memeriksa informasi, pemilih pemula diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai konten yang tersebar di media sosial dan belum tentu memiliki informasi yang benar.

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|