Batasi Penggunaan HP pada Anak, Ini Peran Penting Orang Tua di Era Digital

9 hours ago 11
Gambar : https://share.google/MvcubX0ixu2iPvO0w

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Di era saat ini, teknologi dirasa berkembang dengan amat pesat. Penggunaan perangkat elektronik tidak lagi dipandang sebagai suatu hal yang mewah melainkan sudah menjadi gaya hidup bagi setiap orang.

Psenggunaan televisi, komputer, laptop, ponsel pintar dan jenis gawai lainnya yang didukung dengan adanya internet tentunya menjadi sarana hiburan yang sangat mudah diakses dan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan dalam waktu singkat.

Saat ini, baik orang dewasa maupun anak-anak rasanya sudah tidak asing dalam menggunakan perangkat elektronik maupun gawai untuk mencari hiburan, memperoleh informasi ataupun untuk berkomunikasi dengan orang lain, bahkan sejak masih kecil.

penggunaan gawai atau yang dikenal dengan istilah screen time yang berlebihan pada usia yang terlalu dini tentunya tidak baik bahkan dikhawatirkan dapat memunculkan pengaruh buruk bagi anak-anak. Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui pedoman dalam memberikan screen time bagi anak-anak mereka.

Apa itu screen time?

Menurut Kementerian Kesehatan mendefinisikan screen time sebagai waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi, menggunakan komputer, bermain video game, dan gawai.

Apa dampak buruk dari screen time yang berlebihan?

Dilansir dari _theAsianParent_ , beberapa dampak buruk screen time berlebihan pada anak yang perlu diwaspadai yaitu :

– Anak lebih mudah stres
– Tidak baik bagi kesehatan mata
(mata anak berair, tampak lebih merah, sering dikucek, berkedip, atau anak mengeluh pusing)
– Meningkatnya resiko obesitas
– Berbahaya bagi otak dan tumbuh kembang anak
– Membuat anak menjadi malas berpikir
– Mengalami masalah kesehatan tertentu
– Kemampuan bersosialisasi berkurang dan hilangnya empati
– Adanya gangguan tumbuh kembang

Langkah awalnya pun bisa dicoba secara bertahap. Orang tua dapat membuka ruang dialog santai dengan anak, menjelaskan alasan pembatasan demi kesehatan mereka, lalu konsisten menjadikannya rutinitas harian yang menyenangkan.

Meski begitu, trik pembatasan ini tentu bukan solusi instan yang langsung berhasil dalam semalam. Setiap anak memiliki karakter dan tingkat adaptasi yang berbeda. Jika anak mulai menunjukkan gejala tantrum parah atau agresif saat Hp diambil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog anak.

Dengan pendekatan yang sabar, tegas, dan komunikatif, batasan waktu layar bukan lagi sekadar larangan kaku, melainkan bentuk perlindungan nyata agar anak tumbuh sehat jasmani dan rohani di era digital.

Laporan: Lisa & Mardiyah

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|