Prof. Yahya Obaid: Jangan Pernah Berhenti Bermimpi, Guru Besar adalah Amanah Keilmuan

1 week ago 23

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Prof. Dr. KH. Moh. Yahya Obaid, M.Ag resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-15 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Ballroom IAIN Kendari, Senin (19/1/2026). Pengukuhan tersebut menandai puncak capaian akademik sekaligus awal tanggung jawab besar dalam pengembangan keilmuan, penguatan institusi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Usai pengukuhan dan sesi foto bersama keluarga serta sivitas akademika, Prof. Yahya menegaskan bahwa jabatan guru besar bukanlah semata penghargaan personal, melainkan amanah ilmiah dan moral yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan dedikasi.

“Guru besar adalah payung keilmuan. Semakin tinggi jabatan akademik, semakin besar pula tanggung jawabnya terhadap ilmu, lembaga, dan masyarakat,” ujar Prof. Yahya.

Ia mengibaratkan posisi profesor seperti filosofi pohon yang menjulang tinggi. Semakin tinggi pohon tersebut, semakin besar angin yang menerpa. Namun, pohon akan tetap kokoh apabila akarnya menghujam kuat ke dalam tanah. Filosofi ini, menurutnya, mencerminkan pentingnya integritas, keteguhan nilai, serta pengabdian dalam menjalankan peran akademik.

Dalam bidang keilmuan, Prof. Yahya menyatakan fokus utamanya adalah pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang adaptif, solutif, dan relevan dengan dinamika zaman. Fokus tersebut sejalan dengan kebijakan pimpinan IAIN Kendari dalam memperkuat kurikulum berbasis nilai, khususnya kurikulum berbasis cinta (love-based curriculum) yang diperkenalkan oleh Kementerian Agama.

Ia menjelaskan bahwa kurikulum berbasis cinta selama ini telah diterapkan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Tantangan ke depan adalah bagaimana mengimplementasikannya secara efektif di perguruan tinggi, baik melalui kurikulum penuh maupun integrasi nilai-nilai cinta, kemanusiaan, dan moderasi dalam setiap mata kuliah.

“Perguruan tinggi harus mampu menjadi ruang internalisasi nilai-nilai kemanusiaan dan moderasi beragama, bukan hanya pusat transfer ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Menjawab tantangan sebagai guru besar, Prof. Yahya menilai perubahan sosial yang cepat serta pesatnya perkembangan sains dan teknologi menuntut akademisi untuk terus beradaptasi. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tanpa keseimbangan nilai moral berpotensi menimbulkan degradasi etika dan peradaban.

Terkait proses menuju guru besar, Prof. Yahya mengungkapkan bahwa secara teknis pengusulan jabatan akademik tertinggi tersebut dapat ditempuh dalam kurun waktu 1–2 tahun, meskipun secara keseluruhan membutuhkan perjalanan akademik yang panjang dan bertahap. Ia mengakui sempat mengalami jeda pada salah satu golongan, namun pemenuhan syarat akhir menuju guru besar dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua tahun.

Dalam aspek penelitian, ia menjelaskan bahwa salah satu persyaratan utama guru besar adalah publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi internasional, termasuk jurnal Scopus Q1. Penelitian yang dikembangkannya berfokus pada hidden curriculum, yakni pembinaan mahasiswa yang berlangsung di luar ruang kelas, seperti melalui kegiatan kemahasiswaan, ma’had, kepemimpinan, serta interaksi sosial dengan masyarakat.

Prof. Yahya juga menyoroti besarnya dukungan pimpinan kampus, khususnya Rektor IAIN Kendari, yang dinilainya berperan signifikan dalam pengembangan karier dosen. Dukungan tersebut diberikan secara merata kepada seluruh dosen yang memenuhi syarat, mulai dari asisten ahli hingga guru besar, melalui motivasi, pendampingan, serta pengawalan proses pengusulan jabatan akademik.

Menutup wawancara, Prof. Yahya berpesan kepada para dosen muda agar tidak pernah berhenti bermimpi dan berkarya, terutama dalam bidang penulisan dan publikasi ilmiah. Ia menekankan pentingnya konsistensi menulis serta memilih jurnal yang kredibel dan bereputasi.

“Sebagian besar dosen sudah kuat dalam pengajaran dan pengabdian. Tantangan kita adalah konsistensi menulis dan publikasi ilmiah. Jangan pernah berhenti berharap, silakan bermimpi, lalu berusaha sungguh-sungguh untuk mewujudkannya,” pungkasnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|