SULTRAKINI.COM: KENDARI – Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UHO periode 2026–2030 pada Minggu, 25 Mei 2026.
Prof Santiaji tercatat sebagai pendaftar keenam dalam proses penjaringan calon rektor yang berlangsung di Gedung Rektorat UHO sekitar pukul 15.00 WITA. Dengan pendaftaran tersebut, ia resmi menjadi salah satu kandidat dalam kontestasi pemilihan Rektor UHO periode mendatang.
Usai melakukan pendaftaran, Prof Santiaji menyampaikan bahwa proses pemilihan rektor merupakan bagian dari pesta demokrasi akademik yang harus dijalankan secara sehat, kondusif, dan penuh semangat kebersamaan.
“Saya kira mereka adalah teman sejawat. Kita belajar dari pengalaman-pengalaman yang lalu dan tentu kita mengusahakan agar pemilihan rektor kali ini berlangsung kondusif,” ujarnya.
Menurutnya, dinamika pemilihan di lingkungan perguruan tinggi berbeda dengan kontestasi politik pada umumnya. Dalam dunia akademik, kata dia, yang lebih diutamakan adalah adu gagasan dan orientasi membangun kampus ke depan.
“Namanya juga pesta demokrasi, tetapi berbeda dengan pilkada. Di dunia akademik kita mengadu gagasan dan orientasi ke depan. Saya kira itu yang paling penting,” katanya.
Meski bersaing dengan sejumlah kandidat lain, Prof Santiaji menegaskan dirinya tetap optimistis dan memilih fokus menjalani seluruh tahapan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Tentu masing-masing punya peluang. Kita tidak tahu garis tangan masing-masing, tetapi yang terpenting adalah tetap semangat untuk terus berjuang,” ucapnya.
Terkait persiapan menghadapi tahapan pemilihan, ia mengaku tidak memiliki strategi khusus dan memilih mengikuti proses sesuai aturan panitia penjaringan.
“Kalau persiapan khusus sebetulnya tidak ada. Kami normatif saja dan mengikuti irama yang ada,” jelasnya.
Prof Santiaji juga menyampaikan bahwa keputusannya maju sebagai bakal calon rektor dilandasi keinginan pribadi untuk ikut membawa UHO semakin berkembang di masa mendatang.
“Alhamdulillah, ini merupakan keinginan pribadi saya untuk tetap ikut memajukan UHO ke depan,” ungkapnya.
Apabila mendapat amanah memimpin UHO, ia menegaskan akan melanjutkan visi besar universitas yang selama ini telah dibangun, khususnya dalam mendorong percepatan transformasi kampus menuju perguruan tinggi kelas dunia.
“Saya kira saya akan meneruskan visi-visi yang sudah ada. Tinggal bagaimana melakukan akselerasi UHO menuju kelas dunia dengan tetap berfokus pada pengembangan desain pesisir dan kelautan,” katanya.
Ia menilai pengalaman selama menjabat di bidang akademik menjadi modal penting dalam memahami kebutuhan dan tantangan kampus ke depan, terutama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
Menurut Prof Santiaji, berbagai capaian yang diraih UHO dalam beberapa tahun terakhir merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika, termasuk peningkatan akreditasi program studi hingga pengakuan internasional.
“Alhamdulillah beberapa program studi sudah meraih akreditasi unggul, kemudian kita juga sudah memiliki akreditasi internasional,” ujarnya.
Ia juga menyoroti capaian terbaru UHO yang berhasil memperoleh sertifikat akreditasi unggul institusi pada 5 Mei 2026. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kualitas UHO terus berkembang dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain di tingkat nasional maupun internasional.
“Syukurnya saya ikut terlibat dalam proses itu bersama seluruh sivitas akademika. Jadi beberapa kekurangan dan hal-hal yang perlu dibenahi ke depan saya sudah memahami semuanya,” pungkasnya.
Laporan: Andi Mahfud

3 hours ago
3

















































