Prof Sadarun Jadi Kandidat Ketiga Pilrek UHO 2026, Dorong Pemanfaatan AI untuk Kemajuan Kampus

10 hours ago 5

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Prof. Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si., resmi menjadi pendaftar ketiga dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030. Ia menyerahkan langsung berkas pendaftarannya di Gedung Rektorat UHO pada Kamis pagi, 21 Mei 2026.

Dosen Universitas Halu Oleo yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Kelautan tersebut hadir bersama sejumlah sivitas akademika, keluarga, mahasiswa, dan kolega yang memberikan dukungan moral dalam proses pendaftarannya.

Usai menyerahkan berkas pencalonan, Prof. Baru Sadarun melanjutkan sesi wawancara bersama sejumlah wartawan di lingkungan Rektorat UHO. Dalam keterangannya, ia mengaku telah mempersiapkan diri jauh sebelum tahapan Pilrek dimulai.

“Saya sudah menyiapkan semuanya dari jauh-jauh hari. Yang pertama saya melihat apa saja yang sudah baik dan dikembangkan oleh rektor sebelumnya, itu tentu harus dipertahankan,” ujarnya.

Prof. Baru Sadarun lahir di Raha, 23 Juli 1971. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Sam Ratulangi pada 1995, kemudian melanjutkan pendidikan magister di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1999 dan meraih gelar doktor di kampus yang sama pada 2011.

Selain mempertahankan program-program yang dinilai sudah berjalan baik, ia juga mengaku telah menyiapkan sejumlah gagasan baru untuk menjawab tantangan pengembangan kampus di masa mendatang, khususnya dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, pemanfaatan AI menjadi salah satu sektor penting yang perlu dimaksimalkan di lingkungan Universitas Halu Oleo ke depan.

“Saya melihat yang masih perlu kita kembangkan adalah sektor yang berhubungan dengan Artificial Intelligence atau AI. Bagaimana universitas ke depan bisa mengoptimalkan pemanfaatan AI dalam berbagai bidang,” jelasnya.

Ia mencontohkan penggunaan AI dapat membantu penyusunan dokumen secara digital tanpa kertas, mendukung sistem perkuliahan yang lebih fleksibel, hingga mempermudah pelaksanaan seminar dan kerja sama tanpa terbatas ruang maupun waktu.

Tak hanya itu, pemanfaatan AI juga dinilai penting dalam mendukung analisis data penelitian, khususnya di bidang kelautan yang selama ini membutuhkan waktu panjang apabila dilakukan secara manual.

“Misalnya di bidang kelautan, ada data terumbu karang yang membutuhkan waktu lama jika dianalisis secara manual. Dengan AI, proses itu bisa jauh lebih cepat dan mudah,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa AI hanyalah alat bantu yang digunakan untuk mendukung proses analisis dan pengambilan keputusan, bukan menggantikan peran manusia sepenuhnya.

“AI itu alat bantu, bukan segalanya. Tapi kita harus memanfaatkannya untuk membantu menganalisis dan menarik kesimpulan,” tambahnya.

Dalam wawancara tersebut, Prof. Baru Sadarun juga menjelaskan alasan dirinya percaya diri maju dalam Pilrek UHO meski saat ini masih menjabat sebagai Ketua Jurusan Ilmu Kelautan.

Menurutnya, pengelolaan perguruan tinggi sejatinya dimulai dari level jurusan, sehingga pengalaman memimpin jurusan menjadi modal penting dalam memahami kebutuhan kampus secara menyeluruh.

“Kalau seseorang pernah menjadi ketua jurusan, maka dia pasti memahami persoalan jurusan. Pengelolaan perguruan tinggi level paling bawah itu adalah jurusan,” ungkapnya.

Ia menilai banyak persoalan mendasar kampus yang berawal dari jurusan, mulai dari pengelolaan akademik, pengembangan dosen hingga proses akreditasi program studi.

Prof. Baru Sadarun juga mengungkapkan bahwa Jurusan Ilmu Kelautan yang dipimpinnya saat ini menjadi satu-satunya jurusan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO yang telah terakreditasi internasional.

Karena itu, ia optimistis pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk membawa UHO berkembang lebih maju apabila dipercaya memimpin universitas.

“Kalau di level kecil kita bisa membuktikan, maka tentu di level universitas juga bisa dilakukan dengan dukungan dan kerja sama semua pihak,” ujarnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|