Industri Jasa Keuangan Sultra Tumbuh Positif pada Triwulan I 2026

10 hours ago 5

SULTRAKINI.COM: KENDARI — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat kinerja industri jasa keuangan di Sulawesi Tenggara tetap tumbuh positif sepanjang Triwulan I 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang stabilitas sektor perbankan, meningkatnya aktivitas investasi masyarakat di pasar modal, serta perkembangan layanan keuangan digital.

Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan kondisi sektor jasa keuangan daerah masih terjaga di tengah dinamika perekonomian nasional.

“Stabilitas sektor jasa keuangan daerah tetap terjaga dengan baik, ditopang pertumbuhan intermediasi perbankan, peningkatan aktivitas investasi masyarakat di pasar modal, serta berkembangnya layanan keuangan digital,” ujar Bismi dalam keterangan resminya, Senin (18/5/2026).

Pada sektor perbankan, total aset perbankan Sulawesi Tenggara hingga Maret 2026 tercatat mencapai Rp62,29 triliun atau tumbuh 5,76 persen secara tahunan (year on year/yoy). Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat menjadi Rp33,76 triliun atau tumbuh 5,25 persen yoy.

Tabungan masih mendominasi komposisi DPK dengan porsi mencapai 67,4 persen. Kondisi itu menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan tetap kuat.

Sementara itu, penyaluran kredit perbankan mencapai Rp54,43 triliun atau tumbuh 4,86 persen yoy. Kredit konsumsi menjadi penopang utama dengan porsi 48,5 persen, disusul kredit modal kerja sebesar 32 persen dan kredit investasi sebesar 19,6 persen.

Kualitas kredit perbankan juga dinilai tetap sehat dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) berada di level 1,85 persen.

Penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat sebesar Rp16,45 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total kredit perbankan di Sultra. Sektor rumah tangga, perdagangan, pertanian, industri pengolahan, dan pertambangan masih menjadi sektor utama penyaluran kredit.

Kota Kendari tercatat sebagai pusat aktivitas perbankan terbesar di Sulawesi Tenggara dengan total kredit mencapai Rp23,09 triliun dan penghimpunan DPK sebesar Rp20,45 triliun.

Di sektor pasar modal, minat masyarakat terhadap investasi terus meningkat. Hingga Maret 2026, jumlah investor yang tercermin dalam Single Investor Identification (SID) mencapai 156.131 SID atau tumbuh 76,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan investor terutama ditopang peningkatan investor reksa dana, disusul investor saham dan Surat Berharga Negara (SBN). Aktivitas transaksi saham masyarakat juga tetap tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp447,92 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 134.502 transaksi.

Selain perbankan dan pasar modal, sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) juga menunjukkan pertumbuhan stabil. Industri asuransi membukukan premi sebesar Rp168,70 miliar atau tumbuh 1,9 persen secara tahunan.

Sementara perusahaan pembiayaan mencatat outstanding pembiayaan sebesar Rp6,90 triliun dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) sebesar 2,65 persen. Di sektor fintech lending, outstanding pinjaman mencapai Rp804,60 miliar atau tumbuh 28,4 persen yoy.

OJK Sultra juga terus memperkuat aspek edukasi dan perlindungan konsumen. Hingga Maret 2026, OJK telah memberikan 637 layanan konsumen dan menerima 2.066 permintaan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Di bidang literasi keuangan, OJK Sultra telah melaksanakan 40 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 50 ribu peserta dari berbagai kalangan di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Selain itu, OJK bersama Satgas PASTI juga terus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam penanganan aktivitas keuangan ilegal, termasuk penanganan kasus AMG Pantheon.

Bismi menegaskan penguatan sektor jasa keuangan harus dibarengi peningkatan literasi dan perlindungan konsumen agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan bijak.

“OJK Sulawesi Tenggara akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, pelaku industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan agar sektor jasa keuangan di Sulawesi Tenggara tetap tumbuh sehat, inklusif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Laporan: Riswan

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|