SULTRAKINI.COM: KENDARI – Bursa Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 kembali memanas. Wakil Rektor (Warek) IV Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat UHO, Prof. Dr. Ir. Takdir Saili, M.Si., resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor pada Rabu, 20 Mei 2026.
Dengan pendaftaran tersebut, Prof. Takdir menjadi pendaftar kedua dalam kontestasi Pilrek UHO tahun ini. Proses penyerahan berkas berlangsung di Gedung Rektorat UHO lantai 4 dalam suasana tertib dan kondusif.
Berkas persyaratan pencalonan diserahkan langsung kepada panitia seleksi untuk selanjutnya menjalani tahapan pemeriksaan administrasi dan verifikasi.
Usai mendaftar, Prof. Takdir Saili menyampaikan optimismenya mengikuti seluruh tahapan Pilrek sesuai mekanisme yang berlaku. Ia mengaku siap bersaing secara sehat dalam proses demokrasi internal kampus tersebut.
“Insya Allah harapannya tentu harus menang. Tapi semua tetap kita ikuti sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,” ujar Prof. Takdir kepada wartawan.
Ia mengungkapkan, seluruh bakal calon nantinya akan diberikan kesempatan memaparkan visi, misi, dan gagasan pengembangan kampus pada tahapan penyampaian visi-misi yang dijadwalkan berlangsung 29 Juni 2026.
Menurutnya, pengalaman panjang dalam dunia akademik dan birokrasi kampus menjadi modal penting dalam mengikuti Pilrek UHO. Prof. Takdir menyebut dirinya telah menempati berbagai posisi strategis di lingkungan UHO, mulai dari kepala laboratorium, ketua jurusan, ketua senat, direktur pascasarjana hingga wakil rektor.
“Track record kepemimpinan saya sudah cukup panjang di UHO. Mulai dari kepala laboratorium, ketua jurusan, ketua senat, direktur pascasarjana sampai wakil rektor,” katanya.
Ia menegaskan, berbagai program dan gagasan pengembangan UHO akan dipaparkan secara resmi pada tahapan penyampaian visi dan misi di hadapan sivitas akademika.
Dalam kesempatan itu, Prof. Takdir juga mengajak seluruh pihak menjaga suasana Pilrek tetap aman, damai, dan kondusif hingga tahapan akhir. Ia berharap pengalaman pada Pilrek sebelumnya menjadi pembelajaran agar proses tahun ini berjalan lebih dewasa dan harmonis.
“Kita belajar dari pengalaman sebelumnya. Alhamdulillah sampai hari ini suasana tetap berjalan baik dan kondusif. Semoga sampai tahap akhir semuanya aman dan saling memahami,” ujarnya.
Menurutnya, Pilrek merupakan proses demokrasi internal kampus yang harus dijalani dengan semangat kebersamaan karena seluruh pihak yang terlibat masih berada dalam satu keluarga besar UHO.
“Yang memilih dan yang dipilih itu sama-sama kita di kampus ini. Karena rektor hanya satu, maka nanti akan terpilih satu yang terbaik,” tambahnya.
Di akhir wawancara, Prof. Takdir berharap siapapun yang nantinya terpilih dapat melanjutkan upaya peningkatan kualitas dan kemajuan Universitas Halu Oleo.
“Kalau proses ini selesai, kita kembali bersama-sama membangun universitas ini menjadi lebih baik,” tutupnya.
Laporan: Andi Mahfud

12 hours ago
7

















































