
SULTRAKINI.COM: Empat hari pascapelantikannya oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Jakarta, Prof. Armid, S.Si., M.Si., M.Sc., D.Sc., resmi memimpin prosesi wisuda perdananya sebagai Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2025–2029.
Upacara akademik yang berlangsung di Auditorium Mokodompit UHO, Kendari, ini menjadi momentum awal kepemimpinan baru, dihadiri hampir 2.000 wisudawan dari seluruh jenjang pendidikan serta ribuan tamu undangan.
Prosesi wisuda Program Doktor ke‑44, Magister ke‑73, Profesi Dokter ke‑37, dan Sarjana ke‑106 untuk periode April–Juli 2025 dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama, Selasa (5/8), diikuti 954 lulusan dari tujuh fakultas dan pascasarjana, sedangkan hari kedua akan diikuti 948 lulusan dari fakultas lainnya.
Dalam sambutan perdananya, Prof. Armid menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan dapat memimpin langsung wisuda di kampus hijau kebanggaan Sulawesi Tenggara tersebut. Ia menyampaikan pesan kepada para lulusan untuk menjaga nama baik almamater, mengasah kecerdasan, serta mengembangkan kebijaksanaan dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Selamat kepada para lulusan dan orang tua yang telah mendukung hingga titik ini. Kecerdasan membuat Anda dihormati, kebijaksanaan menjadikan Anda teladan. Kesuksesan harus direncanakan dan diwujudkan dengan cerdas,” tegasnya.
Pada kesempatan ini, Prof. Armid juga memperkenalkan visi kepemimpinannya bertajuk “UHO FAST”, yang menekankan percepatan transformasi global berkelanjutan. Konsep ini meliputi percepatan kolaborasi dengan industri, hilirisasi hasil riset, internasionalisasi program studi, dan penguatan ekosistem akademik yang adaptif terhadap teknologi serta kebutuhan pasar kerja.
Rektor menegaskan, UHO harus mampu bersaing di kancah internasional sekaligus berkontribusi pada pembangunan daerah. “Semangat nasional Diktisaintek Berdampak menjadi arah kita bersama, agar perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga melahirkan inovasi yang berdampak nyata,” ujarnya.
Wisuda kali ini memiliki makna historis tersendiri karena bertepatan dengan HUT ke‑80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan ulang tahun ke‑44 UHO yang didirikan pada 19 Agustus 1981. Menurut Prof. Armid, usia yang matang harus diiringi kerja keras, inovasi, dan kolaborasi demi peningkatan prestasi.
Hari pertama wisuda juga mencatatkan prestasi akademik para lulusan terbaik universitas dan fakultas:
- Lulusan Terbaik Universitas: Putut Widian Tari – PGSD FKIP, IPK 3,89, masa studi 4 tahun.
- Pascasarjana:
- Sussman Sharif – Doktor Ilmu Manajemen, IPK 3,83, masa studi 2 tahun 5 bulan.
- Salvin Hartani Binsi – Magister Manajemen Rekayasa, IPK 4,00, masa studi 1 tahun 5 bulan.
- Fakultas:
- Ketut Widian Tari – PGSD FKIP, IPK 3,89, masa studi 4 tahun.
- Kadir Widian Tari – Manajemen FEB, IPK 3,84, masa studi 3 tahun 11 bulan.
- Nopita Cahyani – Ilmu Tanah Faperta, IPK 3,86, masa studi 3 tahun 11 bulan.
- Eits Karina – Perikanan Tangkap FPIK, IPK 3,80, masa studi 3 tahun 10 bulan.
- Wahyu Tri Prasetyo – Peternakan, IPK 3,76, masa studi 3 tahun 11 bulan.
- Muhammad Agung AP Mars – Ilmu Lingkungan FKIH, IPK 3,70, masa studi 3 tahun 11 bulan.
- Nur Fadillah – Farmasi, IPK 3,69, masa studi 3 tahun 10 bulan.
Dengan dukungan penuh senat akademik, dosen, mahasiswa, dan pemangku kepentingan, Prof. Armid optimistis membawa UHO menjadi universitas progresif yang tidak hanya menjadi kebanggaan Sulawesi Tenggara, tetapi juga termasuk jajaran perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dengan daya saing global.
Laporan: Andi Mahfud