Bagaimana Cara Menghitung Keuntungan Reksa Dana?

5 days ago 12

Investasi di reksa dana memiliki berbagai kelebihan yang menjadikannya pilihan menarik bagi investor, baik pemula maupun berpengalaman. Bagaimana cara menghitung keuntungan reksa dana? Kebanyakan orang bingung dengan cara menghitung untung reksadana. Nah, kali ini Finansialku akan berbagi cara menghitung untung reksadana.

Kelebihan Investasi di Reksa Dana

Reksa dana semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia karena menawarkan kemudahan serta peluang imbal hasil yang menarik. Produk investasi ini cocok untuk pemula maupun investor berpengalaman, karena memberi keleluasaan dalam memilih jenis sesuai profil risiko. Berikut beberapa kelebihan utama berinvestasi di reksa dana:

#1 Diversifikasi Risiko

Reksa dana memungkinkan investor menyebar investasinya ke berbagai jenis aset, seperti saham, obligasi, hingga pasar uang. Dengan begitu, risikonya bisa lebih terkontrol karena tidak hanya bergantung pada satu instrumen saja.

#2 Dikelola oleh Manajer Investasi Profesional

Investasi di reksa dana itu cukup praktis, apalagi buat yang belum terlalu paham dunia pasar modal. Soalnya, dana yang Sobat investasikan akan dikelola langsung oleh manajer investasi yang sudah berpengalaman. Jadi, Sobat tidak perlu pusing menganalisis pasar atau mikirin strategi investasi sendiri. Dibanding beli saham sendiri yang butuh waktu dan pengetahuan khusus, reksa dana saham jauh lebih simpel. Biasanya, dana Sobat akan dibagi ke beberapa saham yang termasuk dalam portofolio reksa dana, dan semuanya diatur oleh manajer investasi. Kemudahan inilah yang bikin reksa dana jadi pilihan menarik, terutama buat investor pemula.

[Baca Juga: Investasi Reksadana untuk Pemula: Plus Minus, Kiat, dan Produk Ideal]

#3 Modal Awal Terjangkau

Ada banyak pilihan reksa dana yang bisa Sobat mulai cukup dengan Rp100.000. Karena modal awalnya cukup ringan, investasi ini jadi terasa lebih mudah diakses oleh siapa saja, termasuk buat yang baru mau mulai belajar berinvestasi.

#4 Return Investasi yang Relatif Lebih Tinggi

Dari berbagai jenis reksa dana yang tersedia, reksa dana saham termasuk yang menawarkan potensi imbal hasil cukup menarik. Jika memilih jenis yang tepat, return yang didapat bisa lebih tinggi dibandingkan jenis reksa dana lainnya. Namun, penting untuk dipahami bahwa reksa dana saham merupakan instrumen investasi jangka panjang. Artinya, dibutuhkan waktu dan kesabaran untuk mulai merasakan hasilnya. Di awal, bukan hal aneh jika kinerjanya sempat minus selama beberapa tahun. Tapi seiring waktu, potensi keuntungannya pun akan mulai terlihat dan bisa memberikan hasil yang lebih optimal.

#5 Keuntungan Bersih dari Pajak 

Saat ini, belum ada ketentuan khusus soal pajak untuk produk reksa dana. Jadi, keuntungan yang Sobat dapat dari investasi ini bisa dinikmati sepenuhnya tanpa potongan pajak. Meski begitu, perlu diketahui bahwa beberapa manajer investasi tetap menarik biaya layanan atau fee dari dana yang Sobat tanamkan.

#6 Fleksibel

Reksa dana dikenal sebagai produk investasi yang cukup fleksibel. Kalau sewaktu-waktu ingin dicairkan atau dialihkan ke produk reksa dana lain, prosesnya relatif mudah. Hal seperti ini agak berbeda dengan investasi saham, yang likuiditasnya tergantung pada jenis saham yang dimiliki. Kalau sahamnya kurang diminati pasar, bisa jadi agak susah untuk menjualnya kembali.

#7 Diawasi OJK

Semua reksa dana sudah diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), baik yang dibeli langsung di bank, manajer investasi, maupun investasi online. Dana yang Anda gunakan untuk membeli reksa dana dijamin aman dan tidak akan hilang begitu saja. Meski begitu, Anda juga harus ingat bahwa reksa dana saham tergolong sebagai investasi berisiko tinggi. Oleh karena itu, Anda perlu memahami strategi investasi dan manajemen keuangan yang baik.

[Baca Juga: Investasi Reksadana Dolar AS: Pengertian, Cara Beli, dan Bedanya dengan Reksadana Rupiah]

Semua produk reksa dana, baik yang dibeli lewat bank, manajer investasi, maupun platform online, sudah berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, dana yang Sobat investasikan dijamin aman dan tidak akan hilang begitu saja. Tapi tetap perlu diingat, khususnya untuk reksa dana saham, risikonya cukup tinggi. Karena itu, penting buat Sobat untuk paham cara mengelola keuangan dan menyusun strategi investasi yang tepat.

Perhitungan Keuntungan Investasi 

Rumus menghitung jumlah unit reksa dana sebenarnya cukup simpel:

Jumlah Unit = Total Investasi ÷ NAB per Unit.

Setelah tahu berapa unit yang Sobat punya, Sobat bisa menghitung keuntungan dengan melihat selisih antara NAB saat Sobat jual dan NAB saat beli.

Rumusnya jadi:

Keuntungan = (NAB per Unit × Jumlah Unit) – Total Modal Investasi.

Contoh:
Sobat beli reksa dana ABC sebanyak 2.000 unit pada 1 Februari 204, saat NAB-nya Rp 3.000 per unit. Lalu, pada 10 Januari 2025, Sobat jual semuanya ketika NAB-nya naik jadi Rp 4.000 per unit.

Hitungannya:

(Rp 4.000 × 2.000) – Rp 6.000.000 = Rp 8.000.000 – Rp 6.000.000 = Rp 2.000.000.

Jadi, Sobat untung Rp 2.000.000 atau sekitar 33% dari modal awal.

menghitung keuntungan reksa dana

menghitung keuntungan reksa dana

Simulasi Menghitung Keuntungan Reksa Dana

Berikut ilustrasi sederhana soal cara menghitung keuntungan dari reksa dana:

Investor A mulai berinvestasi di reksa dana pada 1 April 2025 dengan modal Rp100.000.000 dan mendapatkan 80.000 unit. Saat itu, nilai aktiva bersih (NAB) per unitnya adalah Rp1.250.

Dua bulan kemudian, tepatnya pada 1 Juni 2025, NAB per unit reksa dana tersebut naik menjadi Rp1.400. Nah, dari kenaikan NAB inilah keuntungan bisa dihitung.

Rumusnya:
Keuntungan = (NAB saat ini – NAB saat beli) × Jumlah Unit = (Rp1.400 – Rp1.250) × 80.000 = Rp150 × 80.000 = Rp12.000.000

Jadi, dalam dua bulan, Investor A berhasil mendapatkan keuntungan sebesar Rp12 juta dari investasinya.

Supaya lebih yakin dengan pilihan jenis investasi yang dipilih, Anda bisa diskusikan dengan Perencana Keuangan Finansialku. Segera booking jadwal konsultasi Anda melalui  Whatsapp 08515 5897 1311 . Klik banner untuk info lengkap.

konsul- INVESTASI Q3 23

Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang praktis, terjangkau, dan relatif aman bagi pemula. Dengan diversifikasi risiko, pengelolaan profesional, modal awal ringan, serta fleksibilitas yang tinggi, reksa dana dapat menjadi pilihan cerdas untuk mulai membangun aset keuangan jangka panjang.

Namun, seperti investasi pada umumnya, tetaplah pahami profil risiko dan tujuan keuangan sebelum memutuskan jenis reksa dana yang akan dipilih.

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|