Komunitas Crafter Sultra Tampilkan Produk Kreatif dan Ramah Lingkungan di UT Run Nambo 2025

12 hours ago 2

SULTRAKINI.COM: KENDARI— Stand UMKM milik Komunitas Crafter Sultra menjadi salah satu titik yang paling banyak menarik perhatian pengunjung dalam kegiatan UT Run Nambo 2025. Komunitas yang bergerak di bidang ekonomi kreatif ini menampilkan berbagai kerajinan tangan berbasis daur ulang, pewarna alam, dan fashion ramah lingkungan.

Ditemui di lokasi kegiatan, Fitri, pengurus sekaligus anggota Komunitas Crafter Sultra, menjelaskan bahwa komunitas tersebut berdiri sejak akhir Desember 2018 dan diprakarsai oleh pendirinya, Mbak Tika.

“Beliau membentuk komunitas ini karena ingin mencari teman-teman sesama pengrajin, tapi saat itu belum ada wadahnya. Alhamdulillah sekarang sudah berjalan hampir tujuh tahun,” jelas Fitri.

Saat ini, Komunitas Crafter Sultra memiliki sekitar 20 anggota dengan keterampilan berbeda-beda. Ada yang merajut, menyulam, membuat ecoprint, mengolah perca, hingga membuat kerajinan dari limbah.

Dalam event ini, para pengunjung dapat menemukan berbagai produk kreatif, antara lain:

Lilin aromaterapi dari minyak jelantah

Tas dan produk sulam tangan

Rajut dan benang simpul

Kerajinan daur ulang sampah

Eco-print berbahan pewarna alam

Produk yang ditawarkan memiliki harga beragam, mulai dari Rp10.000 hingga Rp1.500.000 untuk produk ecoprint premium. Fitri menyebut bahwa produk berbasis recycle dan eco-fashion menjadi yang paling diminati dalam pameran kali ini.

Komunitas Crafter Sultra membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung, namun dengan syarat tertentu.

“Yang bisa bergabung adalah teman-teman yang sudah punya usaha, punya brand, dan sudah berjalan minimal satu tahun. Untuk yang baru belajar, kita belum bisa terima,” ujar Fitri.

Meski begitu, mereka tetap membuka ruang belajar melalui workshop bulanan yang digelar di Cafe Event dan beberapa ruang komunitas lainnya. Pada beberapa event, komunitas juga mampu meraih omset, dan yang paling ramai biasanya diadakan di Halo Putra dengan capaian sekitar Rp10 juta.

Selain workshop, komunitas juga rutin mengadakan kopi darat bulanan untuk bertukar informasi, menampilkan karya baru, hingga melakukan evaluasi antaranggota. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai divisi internal yang ada di dalam komunitas.

Fitri menilai pemerintah daerah sangat mendukung perkembangan komunitas mereka.

“Alhamdulillah, kami selalu dilibatkan dalam event-event OPD. Biasanya disediakan stand, tenda, dan ruang untuk tampil. Mulai dari dinas kota, provinsi, pariwisata, koperasi, semuanya sangat mendukung,”

Menurut Fitri, minat masyarakat terhadap kerajinan lokal di Kendari maupun Sulawesi Tenggara sangat baik.

“Setiap kali workshop, alhamdulillah ramai. Banyak yang baru tahu kalau ternyata di Kendari ada komunitas pengrajin seperti kami. Mereka senang karena ada wadah untuk belajar atau menyalurkan hobi,” katanya.

Sebagai penutup, Fitri menyampaikan pesan bermakna bagi pelaku UMKM dan pengrajin lokal.

“Di dalam kata pengrajin itu ada kata rajin. Jadi kalau kita mau maju, kita harus rajin. Rajin produksi, rajin promosi, rajin evaluasi, dan rajin belajar,” tuturnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|