Mahasiswa ISP FEB UHO Dorong Jiwa Wirausaha melalui Komunitas UHO YouthPreneurs di Pekan Produk Kreatif UMKM

3 days ago 11

SULTRAKINI.COM: KENDARI — Di tengah gelaran Pekan Produk Kreatif Unggulan UMKM Goes to Kampus yang berlangsung di pelataran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo (FEB UHO), salah satu stand mahasiswa dari Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (ISP) menarik perhatian karena menghadirkan produk kuliner kreatif serta semangat kewirausahaan yang kuat. Stand tersebut dikelola oleh Komunitas UHO YouthPreneurs, sebuah komunitas wirausaha yang berada di bawah Jurusan ISP FEB UHO.

Ketua stand UHO YouthPreneurs sekaligus pemilik brand fesyen JIMIVALLE.ID, Muhammad Rafli Miyskaturizky, menjelaskan bahwa komunitas ini merupakan salah satu dari tiga komunitas resmi yang dibentuk di Jurusan ISP. UHO YouthPreneurs menjadi wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat atau telah memiliki usaha mandiri.

“Komunitas ini fokus menampung mahasiswa yang sudah punya usaha atau yang punya basis minat berwirausaha. Tujuannya untuk melahirkan mahasiswa yang benar-benar punya jiwa usaha,” ungkap Rafli dalam wawancara setelah pembukaan acara, Rabu (26/11/2025).

Dalam kegiatan UMKM Goes to Kampus kali ini, UHO YouthPreneurs membawa enam jenis produk, terdiri atas tiga makanan dan tiga minuman yang seluruhnya diinisiasi oleh anggota komunitas.

Minuman yang ditawarkan:

Moutel

Es Teh

Es Cincau

Makanan yang dipilih sesuai tren mahasiswa:

Ciki

Potachip

Risol

Rafli menyebutkan bahwa harga produk mereka disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa.

“Alhamdulillah harga kita masih di bawah standar. Masih harga mahasiswa. Makanan mulai dari Rp8.000 sampai Rp10.000. Minuman mulai Rp5.000 sampai Rp8.000,” jelasnya.

Meski kegiatan ini membuka peluang pendapatan, Rafli menegaskan bahwa tujuan utama komunitas bukan hanya soal keuntungan.

“Target kami itu pengalaman dulu. Bagaimana berinteraksi dengan konsumen, bagaimana produksi, bagaimana menghadapi pasar. Dari pengalaman itu baru muncul ide bisnis yang bisa dikembangkan setelah kuliah,” katanya.

Menurut Rafli, pembentukan karakter kewirausahaan adalah nilai utama yang ingin ditanamkan pada anggota komunitas.

Komunitas UHO YouthPreneurs kini memiliki 20–30 anggota dari angkatan 2022 hingga 2025. Banyak mahasiswa ISP yang tertarik mengikuti komunitas ini karena ingin memulai atau mengembangkan usaha sendiri.

Dalam kunjungan Rektor UHO ke stand mereka, Rafli sempat berdialog mengenai kemandirian finansial mahasiswa.

“Pak Rektor sempat bertanya, ‘UKT-mu kamu bayar sendiri atau tidak?’ Saya jawab, alhamdulillah saya bayar sendiri dari usaha saya, yaitu brand pakaian JIMIVALLE.ID,” ujar Rafli.

“Pak Rektor mengatakan bahwa mahasiswa seperti itu tidak terlalu menyusahkan orang tua. Dari jiwa usahanya dia menghasilkan uang sendiri dan bisa meminimalkan pengeluaran orang tua,” tambahnya.

Rafli mengapresiasi fasilitasi dari Dinas Koperasi UMKM Sultra serta dukungan berkelanjutan dari Jurusan ISP dalam memberikan ruang tampil di berbagai kegiatan fakultas dan jurusan.

“Dari dinas kami dibantu fasilitas. Dari jurusan kami diberi ruang tampil di setiap event. Itu menambah pengalaman besar bagi kami,” ujarnya.

Rafli berharap UHO YouthPreneurs dapat melahirkan mahasiswa yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mandiri secara ekonomi.

“Harapan kami, mahasiswa ISP yang masuk komunitas ini lahir sebagai wirausahawan muda. Seperti kata Pak Rektor, kalau bisa meminimalkan pengeluaran orang tua bahkan membantu pemasukan keluarga,” tutupnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|