Bukan Drama, KPK akhirnya Tangkap Bupati Kolaka Timur Abdul Azis

3 weeks ago 30

SULTRAKINI.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menangkap Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis, pada Kamis malam (7/8/2025), usai yang bersangkutan menyelesaikan agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Penangkapan ini dilakukan setelah sebelumnya KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) serentak di tiga lokasi berbeda, yakni Jakarta, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan, terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Abdul Azis, yang diketahui merupakan kader Partai NasDem, langsung dibawa ke Polda Sulawesi Selatan untuk menjalani pemeriksaan awal oleh tim penyidik KPK. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.

“Sudah semalam dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Polda Sulsel,” kata Fitroh dalam pesan tertulis kepada awak media, Jumat (8/8/2025). Ia menambahkan bahwa Abdul Azis ditangkap usai mengikuti Rakernas, dan dijadwalkan akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta pada pukul 15.00 WIB.

Dalam operasi senyap yang dilakukan KPK pada Kamis, sejumlah pihak turut diamankan dari berbagai lokasi. Dari kegiatan OTT di Jakarta dan Sulawesi Tenggara, total tujuh orang berhasil diamankan dan langsung diterbangkan ke Jakarta pada malam harinya. Mereka terdiri atas unsur swasta dan Aparatur Sipil Negara (ASN), yang diduga berkaitan dengan kasus yang sama.

Sebelum penangkapan, sempat beredar bantahan keras dari jajaran DPP Partai NasDem. Bendahara Umum DPP NasDem sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, membantah keterlibatan Abdul Azis dalam OTT KPK.

Dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Kamis siang (7/8), Sahroni menyatakan bahwa Abdul Azis berada bersamanya mengikuti Rakernas dan tidak ditangkap sebagaimana disebutkan oleh sejumlah pemberitaan.

“Ini ada berita yang menyebut kader kami, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis, ditangkap dalam OTT oleh KPK. Itu disampaikan oleh Pak Johanis Tanak. Maka dari itu, kami ingin sampaikan bahwa Abdul Azis ada di sebelah saya saat ini,” ujar Sahroni.

Sahroni menyebut KPK membuat drama dan menyayangkan beredarnya informasi yang menurutnya belum akurat dan terkesan menyudutkan partainya. Ia menuding ada upaya membentuk opini publik seolah-olah Abdul Azis ditangkap secara langsung di lokasi kejadian, padahal menurutnya, penangkapan tidak terjadi dalam konteks OTT sebagaimana definisinya dalam hukum.

“Penegakan hukum itu tidak harus lewat OTT. Kalau memang ada proses penyelidikan, silakan. Kami hormati dan dukung KPK. Tapi jangan dibuat seolah-olah ini OTT yang benar-benar terjadi, karena bisa menyesatkan publik,” tegas Sahroni.

Meski membantah konteks OTT, Sahroni menyatakan Partai NasDem akan tetap menghormati dan mendukung jalannya proses hukum apabila memang ada penyelidikan terhadap Abdul Azis. Ia menegaskan bahwa kehadiran Abdul Azis di Rakernas Partai NasDem di Makassar masih berlangsung hingga 10 Agustus mendatang.

Hingga saat ini, KPK belum merinci kasus korupsi apa yang menjadi dasar dari operasi tersebut, termasuk dugaan peran dan keterlibatan masing-masing pihak yang diamankan. Publik menanti keterangan resmi lebih lanjut dari lembaga antirasuah mengenai konstruksi perkara yang menjerat Bupati Kolaka Timur dan pihak-pihak terkait lainnya.

Rencana sore nanti Abdul Azis digiring dari Polda Sulsel menuju ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.

Laporan: Frirac

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|