Mahasiswa ISP FEB UHO Dorong Jiwa Wirausaha melalui Komunitas UHO Preneur’s di Pekan Produk Kreatif UMKM

3 days ago 9

SULTRAKINI.COM: KENDARI- Di tengah gelaran Pekan Produk Kreatif Unggulan UMKM Goes to Kampus yang berlangsung di pelataran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo (FEB UHO), salah satu stand mahasiswa dari Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (ISP) menarik perhatian karena menghadirkan produk kuliner kreatif serta semangat kewirausahaan yang kuat. Stand tersebut dikelola oleh Komunitas UHO Preneur’s, sebuah komunitas wirausaha yang berada di bawah jurusan ISP FEB UHO.

Ketua stand UHO Preneur’s sekaligus Pemilik Brand Fasion JIMIVALLE.ID, Muhammad Rafli Miyskaturizky, menjelaskan bahwa komunitas ini merupakan salah satu dari tiga komunitas resmi yang dibentuk di jurusan ISP. UHO Preneur’s secara khusus menjadi wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat atau telah memiliki usaha di bidang wirausaha.

“Komunitas ini fokus menampung mahasiswa yang sudah punya usaha atau yang punya basis minat berwirausaha. Tujuannya untuk melahirkan mahasiswa yang benar-benar punya jiwa usaha,” ungkap Rafli dalam wawancara setelah pembukaan acara, Rabu (26/11/2025).

Dalam kegiatan UMKM Goes to Kampus kali ini, UHO Preneur’s membawa enam jenis produk, terdiri dari tiga makanan dan tiga minuman. Seluruh produk diinisiasi langsung oleh anggota komunitas.

Untuk minuman, mereka menyediakan: Moutel, Es Teh, Es Cincau. Sementara untuk makanan, komunitas memilih menu yang sedang tren di kalangan mahasiswa: Ciki, Potachip, Risol. Rafli menjelaskan bahwa seluruh harga ditetapkan berdasarkan riset kecil terhadap harga stand UMKM lainnya.

“Alhamdulillah harga kita masih di bawah standar. Masih harga mahasiswa. Makanan mulai dari Rp8.000 sampai Rp10.000. Minuman mulai Rp5.000 sampai Rp8.000,” jelasnya.

Meski kegiatan ini membuka peluang keuntungan, Rafli menegaskan bahwa target utama komunitas bukan hanya soal penjualan.

“Target kami itu pengalaman dulu. Bagaimana berinteraksi dengan konsumen, bagaimana produksi, bagaimana menghadapi pasar. Dari pengalaman itu baru muncul ide bisnis yang bisa dikembangkan setelah kuliah,” jelasnya.

Menurutnya, pembentukan karakter kewirausahaan jauh lebih penting untuk keberlanjutan karier mahasiswa setelah lulus.

UHO Preneur’s saat ini memiliki 20–30 anggota, terdiri dari mahasiswa angkatan 2022 hingga 2025. Rafli mengatakan komunitas ini semakin berkembang karena mahasiswa ISP banyak yang memiliki minat tinggi dalam berwirausaha.

Dalam kesempatan itu, Rafli juga sempat berbincang langsung dengan Rektor UHO yang berkunjung ke stand mereka. Rektor menyampaikan pentingnya mahasiswa memiliki jiwa wirausaha agar dapat mandiri secara finansial.

“Pak Rektor sempat bertanya, ‘UKT-mu kamu bayar sendiri atau tidak?’ Saya jawab, Alhamdulillah saya bayar sendiri dari usaha saya di luar, yaitu brand pakaian JIMIVALLE.ID,” cerita Rafli.

“Pak Rektor mengatakan bahwa mahasiswa seperti itu tidak terlalu menyusahkan orang tua. Dari jiwa usahanya dia menghasilkan uang sendiri dan bisa meminimalkan pengeluaran orang tua,” tambahnya.

Rafli mengapresiasi dukungan besar dari jurusan dan Dinas Koperasi UMKM Sultra. Dinas, melalui program UMKM Goes to Kampus, memberikan fasilitas bagi stand mahasiswa. Sementara jurusan ISP terus memberi akses kepada komunitas untuk tampil di berbagai event fakultas dan jurusan.

“Dari dinas kami dibantu fasilitas. Dari jurusan kami diberi ruang tampil di setiap event. Itu menambah pengalaman besar bagi kami,” ujarnya.

Rafli berharap komunitas ini dapat menjadi mesin penggerak lahirnya mahasiswa yang mampu mandiri secara ekonomi, bahkan membantu perekonomian keluarga.

“Harapan kami, mahasiswa ISP yang masuk komunitas ini lahir sebagai wirausahawan muda. Seperti kata Pak Rektor, kalau bisa meminimalkan pengeluaran orang tua bahkan membantu pemasukan keluarga,” tutupnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|