Pilrek UHO 2026 Ditargetkan Mulai Maret

1 week ago 25

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Plt Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Herman, S.H., LL.M, menegaskan bahwa proses Pemilihan Rektor (Pilrek) UHO 2026 akan dilaksanakan secara transparan, partisipatif, dan damai, tanpa intervensi maupun kepentingan pribadi.

Hal tersebut disampaikan Herman dalam pidatonya di hadapan pimpinan universitas pada rangkaian Rapat Kerja (Raker) UHO 2026 di Hotel Claro Kendari.

Menurut Herman, hingga saat ini tahapan Pilrek belum dimulai karena masih menunggu kejelasan mengenai batas akhir masa jabatan rektor sebelumnya, yang secara hukum menjadi dasar penentuan waktu dan syarat pencalonan.

“Hal pertama dan utama yang harus kita tentukan adalah batas berakhirnya masa jabatan rektor sebelumnya. Ini penting karena berkaitan langsung dengan syarat pencalonan dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum jika tidak jelas,” ujar Herman.

Herman menjelaskan, penentuan batas akhir masa jabatan rektor sangat berpengaruh pada syarat usia calon rektor, yakni maksimal 60 tahun. Ia menyebutkan bahwa penetapan tanggal 26 Agustus 2026 sebagai batas usia 60 tahun menjadi opsi paling aman secara hukum.

“Jika pada 25 Agustus 2026 seseorang sudah berusia 60 tahun satu hari, maka secara aturan ia tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon rektor. Ini harus kita pastikan sejak awal agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari,” tegasnya.

Meski demikian, Herman menekankan bahwa keputusan final tetap berada di tangan Senat Universitas, dan pandangan yang ia sampaikan murni sebagai pertimbangan hukum.

Dengan asumsi masa jabatan berakhir pada 26 Agustus 2026, Herman memperkirakan tahapan Pilrek akan dimulai sekitar Maret 2026, atau lima bulan sebelumnya, sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia juga menepis isu bahwa dirinya sengaja memperpanjang masa jabatan sebagai Plt Rektor.

“Kalau saya mau memperpanjang, kenapa hanya tiga atau empat bulan? Kenapa tidak sekalian empat tahun. Faktanya, saya tidak punya niat itu,” ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Dalam pidatonya, Herman secara terbuka menyatakan tidak memiliki ambisi untuk ikut dalam kontestasi Pilrek UHO 2026. Ia menegaskan komitmennya hanya satu, yakni memastikan proses berjalan aman dan lancar.

“Saya sampaikan terus terang, saya tidak ikut kompetisi. Syarat saya satu, proses ini harus kita kawal bersama agar berjalan aman, damai, dan bermartabat,” katanya.

Ia juga menegaskan tidak pernah melakukan cawe-cawe atau intervensi dalam proses pemilihan, baik di tingkat universitas maupun fakultas.

“Kalau ada yang mengatasnamakan saya untuk mendukung atau meminta sesuatu, tolong dikonfirmasi langsung ke saya. Saya tidak pernah cawe-cawe,” tegas Herman.

Herman turut mengungkapkan rencananya untuk menunaikan ibadah haji pada Mei 2026. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan kementerian terkait agar tahapan Pilrek dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah.

“Saya ingin proses Pilrek ini sudah jelas. Kalau sudah ada tiga besar calon, saya bisa fokus ibadah dan tidak ikut campur apa pun,” ungkapnya.

Selain Pilrek, Herman juga menyampaikan jadwal berakhirnya masa jabatan sejumlah dekan, seperti Fakultas Hukum dan FISIP yang akan berakhir pada 2 Agustus 2026, sehingga tahapan pemilihan dekan diperkirakan dimulai sekitar Maret–April 2026. Fakultas lain akan menyusul sesuai masa jabatan masing-masing.

Menutup pidatonya, Herman mengajak seluruh sivitas akademika untuk menghilangkan prasangka, menjaga suasana kondusif, dan tetap fokus pada tugas akademik.

“Mari kita bekerja dengan tenang. Soal jabatan, itu rahasia Tuhan. Yang penting kita jalani proses ini dengan baik,” pungkasnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|