SULTRAKINI.COM: KENDARI – Perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Kota Kendari nyaris tuntas. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Kendari mencatat capaian perekaman hingga semester I tahun 2025 telah mencapai 98,17 persen.
Kepala Disdukcapil Kota Kendari, Rulyana, mengatakan dari total 257.064 jiwa yang wajib memiliki KTP elektronik, sebanyak 252.352 orang telah melakukan perekaman. Data tersebut merupakan capaian semester I 2025, mengingat data semester II masih dalam proses pemutakhiran.
“Untuk semester satu tahun 2025, wajib KTP itu ada 257.064 orang dan yang sudah melakukan perekaman sebanyak 252.352 orang. Jadi capaiannya sudah 98,17 persen,” kata Rulyana saat ditemui di Balai Kota Kendari, belum lama ini.
Ia menjelaskan, capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor pendukungnya adalah strategi jemput bola yang dilakukan Disdukcapil, khususnya dengan menyasar pelajar tingkat SMA yang memasuki usia wajib KTP.
“Kami turun langsung ke sekolah-sekolah SMA untuk merekam anak-anak yang sudah berusia 17 tahun. Bahkan yang masih 16 tahun juga sudah kami rekam lebih dulu,” ujarnya.
Menurut Rulyana, perekaman bagi warga usia 16 tahun dilakukan sebagai langkah antisipasi. Data mereka disimpan sehingga saat memasuki usia 17 tahun, warga yang bersangkutan tinggal datang ke Disdukcapil untuk mencetak KTP elektronik.
“Kami sampaikan kepada mereka, nanti saat ulang tahun ke-17 silakan datang ke Dukcapil untuk mencetak KTP-nya. Ini bagian dari langkah percepatan agar target nasional perekaman E-KTP bisa tercapai,” jelasnya.
Meski target perekaman ditetapkan hingga 100 persen, Rulyana mengakui hal tersebut cukup menantang karena data kependudukan bersifat dinamis. Setiap hari selalu ada warga yang baru memasuki usia 17 tahun.
“Data penduduk itu dinamis. Hari ini selesai direkam, besok ada lagi yang baru masuk usia wajib KTP. Jadi untuk mencapai 100 persen memang butuh kerja keras dan kolaborasi, terutama lewat jemput bola di sekolah-sekolah,” katanya.
Terkait ketersediaan blangko, Rulyana memastikan stok KTP elektronik di Kota Kendari relatif aman. Meski pengambilan blangko dari Jakarta terkendala efisiensi anggaran, pihak provinsi turut membantu distribusi untuk kabupaten dan kota.
“Kalau blangko, alhamdulillah aman. Provinsi sudah menyiapkan stok. Jadi kalau kami belum sempat mengambil ke Jakarta dan stok menipis, kami bisa mengambil sementara di provinsi,” ungkapnya.
Untuk pelayanan harian, Disdukcapil Kota Kendari membuka kuota pencetakan KTP elektronik sebanyak 250 keping per hari, dan kuota tersebut hampir selalu habis.
“Kalau kami buka 300 keping per hari pun masih habis. Tapi kami batasi supaya pelayanan tetap berjalan setiap hari, karena blangko juga terbatas,” ujarnya.
Menariknya, Disdukcapil Kota Kendari juga melayani pencetakan KTP bagi warga luar daerah yang sedang berada di Kendari, baik karena kehilangan KTP maupun kebutuhan administrasi mendesak.
“Bukan hanya warga Kendari. Warga dari Raha, Buton, Makassar, bahkan dari daerah lain di Indonesia, selama berada di Kendari dan membutuhkan pencetakan KTP, bisa kami layani,” pungkas Rulyana.
Laporan: Andi Mahfud

1 day ago
7
















































