SULTRAKINI.COM: KENDARI – Penutupan kegiatan Lingkar Studi Ilmiah dan Penalaran (LSIP) Kabinet Unggul Berkarya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) berlangsung khidmat dan inspiratif pada Pekan Ilmiah LSIP 2025.
Kegiatan ini mengusung tema “From Ideas to Impact: Menjadi Generasi Solutif, Mengasah Kreativitas, dan Menumbuhkan Inovasi untuk Era Disrupsi Global.”
Pada hari penutupannya, panitia menghadirkan narasumber spesial, Novi Alviana, penerima Beasiswa Fulbright FLTA (Foreign Language Teaching Assistant) di Harvard University – U.S. Department of State tahun 2024/2025.
Dalam pemaparan materinya, Novi juga menjelaskan jenis-jenis beasiswa, seperti LPDP, Chevening, Fulbright, Erasmus, DAAD, hingga MEXT Jepang, serta membedakan antara beasiswa penuh dan parsial baik di dalam maupun luar negeri. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk memahami syarat umum beasiswa, seperti IPK minimal 3,0–3,5, kemampuan bahasa Inggris, serta kelengkapan dokumen seperti essay pribadi, CV, dan surat rekomendasi.
Selain itu, ia menyoroti beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan pendaftar, antara lain melewatkan tenggat waktu, membuat essay generik tanpa personalisasi, tidak memahami nilai inti beasiswa, serta meminta surat rekomendasi di waktu yang tidak tepat.
Dalam wawancaranya, Novi menilai kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan banyak inspirasi baru, baik bagi peserta maupun pemateri.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali karena pematerinya beraneka ragam. Saya sendiri sebagai pemateri pun mendapat banyak ilmu baru, terutama tentang istilah-istilah yang sebelumnya belum saya pahami,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan pentingnya keterbukaan terhadap informasi, terutama terkait beasiswa.
“Selain lewat pertemuan langsung seperti ini, informasi beasiswa bisa diperoleh dari media sosial. Banyak influencer pendidikan dan penerima beasiswa yang berbagi pengalaman, dan itu bisa menjadi sumber belajar yang baik bagi mahasiswa,” jelas Novi.
Novi menambahkan bahwa tantangan utama dalam mengejar beasiswa sebenarnya bukan berasal dari luar, melainkan dari diri sendiri.
“Tantangannya adalah rasa takut gagal dan tidak percaya diri. Padahal kita harus fokus pada potensi diri sendiri, karena kemampuan dan akal yang kita miliki adalah amanah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan wawancara lanjutan, Novi Alviana mengungkapkan bahwa dirinya merupakan penerima Beasiswa Fulbright Foreign Language Teaching Assistant (FLTA), sebuah program bergengsi yang memberikan kesempatan kepada akademisi Indonesia untuk mengajar bahasa Indonesia sekaligus memperkenalkan budaya Tanah Air di Amerika Serikat.
“Saya penerima beasiswa Fulbright Foreign Language Teaching Assistant, atau disingkat FLTA. Di Amerika Serikat, saya bertugas di Harvard University untuk mengajarkan Bahasa Indonesia, sekaligus berkuliah dan mengenalkan budaya-budaya Indonesia kepada mahasiswa Amerika dan masyarakat di sekitar kota Boston,” jelas Novi.
Saat ditanya mengenai kunci keberhasilannya menembus program bergengsi tersebut, Novi menekankan pentingnya keaslian diri dan keteguhan mental.
“Tip dan triknya itu menjaga nilai authenticity atau keotentikan diri. Universitas-universitas di Amerika mencari individu yang genuine, yang menunjukkan karakter dan kepribadian aslinya,” tuturnya.
Selain itu, Novi juga menyoroti pentingnya memiliki semangat pantang menyerah yang ia sebut sebagai grit.
“Grit itu perpaduan antara tahan banting dan pantang menyerah. Dua hal ini saling berkaitan untuk mencapai tujuan jangka panjang. Apa yang kita tanam hari ini, itu yang akan kita tuai di masa depan,” ujarnya penuh makna.
Sebagai alumni FKIP UHO jurusan Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2015, Novi berharap semakin banyak mahasiswa di Sulawesi Tenggara yang mampu berprestasi hingga ke tingkat internasional.
“Harapan saya, bukan cuma saya yang bisa ke Harvard. Saya lihat banyak potensi luar biasa di Sulawesi Tenggara. Mahasiswa harus mau memoles dirinya sendiri agar lahir SDM unggul dari daerah ini,” tutupnya dengan optimisme.
Laporan: Andi Mahfud

3 weeks ago
30















































